oleh

Polisi Tembak Mati Warga, Ini Penjelasan Kapolres Luwu Utara

RADARLUWURAYA.com – Anggota kepolisian sektor Malangke menembak mati seorang warga Dusun Biro Desa Pattimang, Malangke, La Hui (52), Senin (1/10) dini hari lalu.

Anak korban, Ampa mengecam tindakan refresif aparat kepolisian tersebut. Apalagi menurut Ampa, Ayahnya ditembak hingga tewas, saat sedang tertidur pulas di rumahnya.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Luwu Utara, AKBP Boy FS Samola saat dikonfirmasi Radarluwuraya.com Kamis, (04/10/18) membenarkan anggotanya melakukan penembakan kepada La Hui hingga tewas. Hanya saja, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.

BACA JUGA : Kata Keluarga, Polisi Tembak Mati Lahui Saat Tidur

”Benar ada kejadian seperti itu, masih kita lakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Polisi akhirnya menembak korban hingga tewas setelah korban diberikan peringatan untuk tidak melakukan perlawanan. Hanya saja, Boy Samola mengklaim jika korban hendak melakukan perlawanan terhadap Polisi.

BACA JUGA : Polisi Berhentikan Setiap Kendaraan Berpelat “DN”, Ada Apa?

”Anggota malam itu diminta untuk amankan korban oleh keluarganya sendiri. Dan anggota kami diantar langsung keluarga ke rumah korban. Di dalam kamar BB ada parang 3, sama tombak yang sudah diamankan. Sebelum masuk, dari luar anggota sudah diteriaki sama keluarga dan anggota dan dijawab dari dalam. Jadi tidak tidur,” kata Kapolres.

Sekaitan dengan catatn kriminal yang dibantah oleh anak korban, Kapolres mengkklaim jika pihaknya memiliki catatan tentang tindakan kriminal yang dilakukan korban semasa hidupnya.

BACA JUGA : Haji Rudi, Belum Sepekan Pulang Berhaji Langsung Jadi Relawan di Palu

”Kalo laporan-laporan korban membahayakan orang lain, banyak laporannya, termasuk mengganggu adik kandung dan keponakannya sendiri,” jelasnya.

Sebelumnya, anak korban, Ampa, mengungkapkan jika Ayahnya ditembak mati polisi saat sedang tertidur pulas di rumahnya, Minggu (30/09/18) dinihari sekira pukul 01.00 Wita.

”Polisi dari Sektor Malangke berjumlah 8 orang yang datang kerumah, kemudian masuk kedalam kamar dan langsung ditembak pada saat tertidur,” ungkap Ampa, Rabu, (03/10/18) lalu. Ia juga membantah jika korban memiliki catatan kriminal di Polsek Malangke. (john)

Komentar

News Feed