oleh

Bundaran Batara Guru Lutim Mulai Dibangun

* Terdapat 5 Lingkaran dan Makna Filosofis

MALILI, RADARLUWURAYA.com — Bupati Luwu Timur, Drs H Budiman Hakim M Pd resmi launching pembangunan Bundaran Batara Guru (BBG) yang berlokasi di kawasan Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Minggu 15 Agustus 2021 kemarin.

Dirinya berharap Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berada di Bundaran Batara Guru (BBG) dapat menjadi ikon baru di Kabupaten Luwu Timur.

“Mudah-mudahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dibangun ini adalah merupakan ikon baru yang ada di Kabupaten Luwu Timur dan bisa dinikmati oleh masyarakat Luwu Timur dan mungkin dari luar daerah,” ucap Budiman.

Dirinya juga mengucap syukur karena dimana hari ini akan di awali dengan drilling lokasi Bundaran Batara Guru (BBG) yang Insya Allah akan di bangun oleh PT. Vale Indonesia Tbk.

“Mewakili Pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Luwu Timur mengucapkan terima kasih kepada PT. Vale Indonesia yang telah memulai hari ini, semoga berkah bagi kita semua. Dan harapan kami, semoga RTH yang akan dibangun ini menjadi bermanfaat buat masyarakat nantinya,” imbuh Budiman.

“Jadi mohon dukungan dan doa masyarakat Kabupaten Luwu Timur, semoga ini bisa tercapai dan terealisasi dengan baik. Tentu harapan ini juga bisa tersampaikan kepada PT. Vale Indonesia,” kunci Bupati.

Turut hadir pada launching tersebut, Forkopimda Kabupaten Luwu Timur diantaranya Kapolres, AKBP Silvester Mangombo Marusaha Simamora, Kepala Kejaksaan Negeri, Muhammad Zubair, Danramil, dan Sekretaris Daerah, H. Bahri Suli, Asisten, Staf Ahli, kepala OPD, Camat dan Kepala Desa Puncak Indah, Muhammad Cakir, dan segenap jajaran PT. Vale Indonesia, Tbk.

Pembangunan RTH Bundaran Batara Guru di ibukota kabupaten Luwu Timur Malili, resmi dimulai.

Penekanan tombol drilling di lokasi yang terletak di desa Puncak Indah Malili ini menandai dimulainya pembangunan Bundaran Batara Guru di atas lahan seluas 3,7 Hektar tersebut.

Proyek pekerjaan Bundaran Batara Guru ini dilaksanakan oleh perusahaan tambang Nikel, PT. Vale Indonesia, Tbk sebagai bentuk partisipasi mereka dalam mendukung program keberlanjutan pembangunan di Luwu Timur, sekaligus salah satu realisasi dari program coorporate social responsibility (CSR) PT. Vale.

Dalam kesempatan itu, dilakukan presentasi singkat oleh Arsitek BBG Rizqa Maulana Karman didampingi tim principal arsitek lainnya, Riri Qadriah Ningsih Rahmadani.

“ Master plan Bundaran Batara Guru ini dilengkapi 5 lingkaran yang melambangkan Pancasila yang mengandung makna dan filosopi,” terang Rizqa saat sesi presentasi.

Adapun makna dari filosofi 5 lingkaran pada Bundaran Batara Guru, yakni :

Lingkaran I, yaitu LANDMARK Terbentuk dari beberapa analogi. Mengambil unsur dasar dari logo Pemerintahan Luwu Timur, kemudian diterapkan dalam Tugu/Landmark Bundaran Batara Guru, terdapat air, api, pusaka, hasil alam (Nikkel), tulisan Bugis. AIR Artinya memiliki sifat tawaddu mencari titik terendah namun manusia selalu menempatkan di tempat yang suci selain itu merupakan simbol daerah maritim. Luwu Timur juga memiliki tiga (2) buah danau, yaitu Danau Matano, Danau Towuti dan Danau Mahalona, selain merupakan sumber air salah satu pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang di kenal dengan bendungan Larona merupakan aset wisata daerah Luwu Timur juga merupakan salah saru Danau Purba.

PUSAKA BADIK, Pilar tugu terbentuk dari analogi badik yang menjadi salah satu icon Luwu Timur. HASIL ALAM, NIKKEL terdapat bola besar ditengah pilar yang terbuat dari Nikkel. Nikkel merupakan salah satu sumber daya alam yang terdapat di Luwu Timur. TULISAN BUGIS Artinya keempat sisi tugu terdapat tulisan Bugis pada tiap sisinya. Sisi Barat bertuliskan LUWU, Sisi Selatan bertuliskan TIMUR, Sisi Timur bertuliskan 05 03 yang merupakan tanggal dan bulan lahir Luwu Timur, Sisi Utara bertuliskan 2003 yang merupakan tahun lahir Luwu Timur.

KOBARAN API Artinya dalam LOGO Pemerintahan Luwu Timur dijelaskan bahwa kobaran api melambangkan semangat kejuangan dengan kobaran jiwa yang tidak mengenal mati sebelum memberi cahaya, membuktikan bahwa Luwu Timur dapat memberikan kehidupan yang terbaik untuk rakyatnya.

Lingkaran II AMPITHEATHER, terbentuk dari Analogi Payung, Payung sendiri diambil dari Logo Pemerintahan Luwu Timur. Melambangkan sifat mengayomi, melindungi kehidupan masyarakatnya sehingga tercipta sebagaimana falsafah “Wanua Mappatuwo Naewai Alena”. Ampitheater merupakan sebuah teater terbuka dengan susunan tempat duduk bertingkat, yang berfungsi sebagai tempat pertunjukan.

LINGKARAN III LAPANGAN UPACARA, berfungsi untuk melaksanakan upacara pemerintah yang juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka untuk masyarakat bersosialisasi. Berfungsi untuk melaksanakan upacara Pemerintah yang juga dapat di manfaatkan bersosialisasi.

4 MATA RANTAI Melambangkan persatuan, kesatuan dan keselamatan empat wilayah Tana Luwu yang tidak dapat terpisahkan secara cultural historis, yang saling melengkapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, diambil dari Logo Pemerintah Luwu Timur.

LINGKATAN IV TAMAN GEOPARK 3 DANAU, Adalah miniatur 3 Danau yaitu Danau Matano, Danau Mahalona, Danau Towuti. Terdapat 11 Gazebo untuk bersantai dimana 11 artinya saat ini terdapat 11 Kecamatan di Luwu Timur. Fungsi kolam juga dapat menyejukkan sekitarnya.

LINGKARAN V 777 PARK, Triple seven adalah sebutan akrab salah satu Dump Truck Vale yang sangat besar. Terdapat media informasi PT Vale berupa mading tersedia kursi taman untuk bersantai. Pada area ini juga terdapat Mushollah, Toilet dan Ruang Pengelola. (*)

Komentar

News Feed