oleh

Datu Luwu Ajak Lestarikan Budaya Leluhur

LUWU, RADARLUWURAYA.com – Yang Mulia Datu Luwu XL, H. La Maradang Mackulau Opu To Bau, SH. bersama permaisuri mengunjungi Sekolah Budaya Luwu I La Galigo di Baruga Arung Senga, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sabtu (19/06/2021) akhir pekan kemarin.

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian dari seluruh kegiatan pembelajaran di Sekolah Budaya Luwu.

Datu Luwu XL berharap, berawal dari sekolah budaya ini bersama seluruh tokoh-tokoh adat agar semua bangkit memajukan budaya leluhur Tana Luwu.

“Sekolah Budaya Luwu harus bisa berkembang kedepan, syukur-syukur bisa menjadi perguruan tinggi budaya. Kalau itu bisa dilakukan, indah sekali ini Tana Luwu,” ujar Datu Luwu.

Tak hanya itu, Sekolah Budaya Luwu I La Galigo juga diharapkan menjadi pelopor bangkitnya Kebudayaan Luwu.

Sebab bila hal itu terjadi, perkembangan Budaya Luwu kedepannya dapat dihadirkan di seluruh Wilayah Adat Kedatuan Luwu, mulai dari Tana Luwu hingga ke Kolaka Sulawesi Tenggara dan Poso Sulawesi Tengah.

“Mari ki sama-sama membangun batin wija to Luwu,” ajak Datu Luwu.

Menurutnya, esensi budaya Tana Luwu adalah kemuliaan dan ketakwaan yang harus diajarkan. Pada dasarnya kata dia, manusia terdiri dari jasmani dan rohaninya.

“Biarkanlah sekolah formal untuk mendidik kita punya akal, tapi ada yang tak kalah penting yakni pendidikan rohani atau batin melalui agama dan budaya,” pungkas Datu Luwu.

Sementara Ketua Yayasan I La Galigo, Sharma Hadeyang menyebutkan, sekolah budaya tersebut berdiri di latar belakangi adanya keresahannya sebagai generasi muda saat ini.

Dirinya menilai, perkembangan semakin hari semakin maju. Hal itu semakin cepat bahkan akan menggilas nilai-nilai kearifan lokal.

“Sekolah ini hadir sebagai salah satu media atau solusi dalam rangka ikut melestarikan tatanan adat dan nilai-nilai luhur budaya Luwu,” jelas Sharma.

Untuk diketahui, Sekolah Budaya ini telah memiliki alumni sebanyak 364 orang dalam 6 angkatan. Sementara angkatan 6 saat ini masih dalam proses pembelajaran sebanyak 56 orang.

“Perkembangan zaman begitu cepat dan begitu maju, tapi nilai-nilai kearifan lokal kita tidak boleh punah,” tandas Sharma.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Adat XII Kedatuan Luwu, Maddika Bua La Syaifuddin Kaddiraja Opu To Sattiaraja, S.E, Djemma Tongang Drs. H. La Abdullah Sanad Kaddiraja Opu to Solulipo, Macoa Laleng Tonro, La Saddakati Arsyad Opu To Padali, dan Ma’dika Ponrang, Drs. La Sana Kira Opu To Bau,M.Si. (mita/rlr)

Komentar

News Feed