oleh

Delapan Desa di Kecamatan Towuti Krisis Air Bersih, PT Vale Indonesia Diminta Tanggung Jawab

LUTIM, RADARLUWURAYA – Warga Kecamatan Towuti mengalami krisis air bersih. Padahal, besok mereka akan merayakan hari raya Idul Fitri yang sudah tentu memerlukan banyak pasokan air.

Hamrullah, Ketua Umum JKM lingkar tambang mengatakan, persoalan ini sudah terjadi sejak 2011 lalu, yang diakibatkan gagalnya proyek Vale, Rabu (12/05/2021).

Dimana di tahun itu, PT Vale melalui sub kontraktor nya membangun jaringan air bersih di pemukiman warga.

Tetapi saat ini, jaringan tersebut tidak pernah dialiri air pasca dibangun, dan terlihat beberapa material seperti pipa dan lain-lain sudah mulai berkarat.

“Menurut pengakuan PT Vale saat itu bahwa kegiatan tersebut menelan anggaran sebesar RP 60 Miliar. Selain itu, pembayaran listrik untuk bangunan tersebut kurang lebih Rp 200 juta perbulan, sementara biaya pengelolaan berkisar Rp 30 juta perbulan,” katanya.

“Yang lucunya sampai saat ini kami belum tahu siapa pengelolanya, dan dimana sekertariatnya sebagai tempat pengaduan dan pelayanan masyarakat,” tambahnya.

Dengan kondisi seperti ini, terpaksa masyarakat Kecamatan Towuti khususnya di delapan Desa harus menggunakan air bersih yang bersumber dari sumur bor. Dan hal ini PT Vale harus bertanggung jawab.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Vale mengenai persoalan tersebut. (*)

Komentar