oleh

DPRD Lutim Rapat Dengar Pendapat dengan Telkom, Ini yang Dibahas

LUTIM, RADARLUWURAYA.com – Persoalan jaringan seluler di Lima Desa seberang Danau Towuti hingga saat ini belum bisa di atasi pihak Telkom. Kendalanya belum ada izin dari PLN untuk mencantol kabel.

Permasalahan inilah membuat Komisi III DPRD Lutim mengundang Dinas Kominfo Lutim, Dinas Transnakerin, PU, dan PLN dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Lutim, Rabu (15/09/2021).

RDP ini dipimpin Wakil Ketua II DPRD Usman Sadik, didampingi anggota DPRD, Najamuddin, Efrain, dan Alfian Alwi.

Menurut Usman Sadik, berdasarkan hasil observasi kita dengan pihak Telkom ditindak lanjuti dengan kunjungan lapangan ke lima desa seberang DanauTowuti, yakni Desa Bantilang, Rante Angin, Loeha , Masiku, To Kalimbo, dan Desa Lambatu .

Pihak Telkom menyampaikan sudah ada solusi -solusi yang bisa dilakukan untuk membantu warga mendapatkan akses internet dan jaringan seluler. Salah satu solusi jangka pendeknya adalah jaringan seluler itu bisa masuk sampai di Masiku dan sekitarnya melalui jaringan kabel.

Hanya saja kendalanya, pihak Telkom sampai saat ini tidak berani menarik kabel jika tidak ada izin dari PLN. ” Makanya kita undang PLN dalam RDP hari ini. ” Ujar Usman Sadik .

Oleh PLN Cabang Malili, sudah bersedia melakukan komunikasi dengan pimpinannya. Kemudian disepakti juga dalam RDP tersebut Komisi III bersama Dinas Kominfo, Dinas Transnakerin termasuk PLN akan melakukan konsultasi ke PLN dan Telkom di Pare – Pare dan Makassar .

Tujuannya agar segera menghadirkan jaringan seluler dan internet di Lima Desa tersebut termasuk menambah peralatan sehingga masalah ini bisa diatasi.

Usman Sadik menjelaskan, jaringan seluler dan internet ini sangat dibutuhkan masyarakat terutama anak -anak sekolah yang sedang melakukan proses pembelajaran jarak jauh selama Pandemi Corona.

“Selain itu laporan -laporan pemerintah desa itu sifatnya online semua, mestinya saat pandemi covid -19 yang harus diperioritaskan adalah memperbaiki jaringan internet dan seluler,” kata Usman Sadik.

Sebenarnya kondisi lima desa seberang Danau Towuti tersebut sudah ada jaringannya , namun belum memadai. Karena Tower yang sudah 10 tahun berdiri di Desa Bantilang itu kapasitasnya kecil.

“Hanya bisa melayani untuk 15 orang saja di waktu yang bersamaan. Sementara jumlah penduduk di Lima Desa tersebut sekitar 15 000 Orang , jelas tidak mampu . ” Ungkap Usman Sadik.

Solusi jangka panjangnya juga sudah ada , pihak Telkom bersedia menambah Tower dan peralatan disana . Tapi ini belum ada kepastian kapan akan direalisasikan.

Kemudian terkait dengan penempatan transmigrasi di SP 5 Mahalona ini juga dibahas di RDP tersebut. Usman Sadik menyebut pembangunan perumahan transmigrasi itu selesai di tahun 2020. Sampai hari ini kurang lebih setahun belum ada penghuninya.

Inilah kita undang Dinas Transnakerin, dan hasil diskusi kita disepakati bagi calon transmigrasi lokal sebanyak 23 KK , rencana bulan November tahun ini sudah bisa menempati rumahnya di SP 5 Mahalona .

Selebihnya kita menunggu jawaban dari Kementerian terkait , karena pak Bupati Lutim sudah menyurat ke kementerian agar rumah -rumah yang belum bisa ditempati calon transmigrasi dari luar daerah itu diganti saja dengan calon transmigrasi lokal .

Karena tidak mungkin kita menunggu calon transmigrasi dari luar itu datang sementara kita lagi menghadapi Pandemi Corona.

“Dari pada perumahan tersebut rusak dan fakta nya memang sudah mulai ada yang rusak dimakan rayap. Lebih baik di alihkan saja buat Calon Transmigrasi Lokal saja.” Ujar Usman sadik.

“Semoga langkah-langkah yang kita lakukan ini bisa mengatasi masalah yang kita bahas di RDP hari ini,” pungkasnya. (*)

Komentar

News Feed