oleh

DPRD Sebut Pernikahan Anak Usia Dini di Lutim Sangat Tinggi

MALILI, RADARLUWURAYA.com — Pernikahan anak usia dini di Kabupaten Luwu Timur dinilai masih sangat tinggi. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Luwu Timur, Hj Harisah Suharjo, Kamis (12/8) saat menjadi narasumber dalam rapat koordinasi (Rakor) perlindungan perempuan dan anak yang diselenggarakan Dinas Sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Luwu Timur.

“Berdasarkan data yang saya ketahui, angka pernikahan anak usia dini di Kabupaten Luwu Timur masih sangat tinggi,” sebut Harisah.

Berdasarkan data yang dimilikinya, Harisah menyebutkan, sebanyak 15,6 persen Kabupaten Luwu Timur menyumbang angka pernikahan anak usia dini di Sulawesi Selatan pada tahun 2020.

Menurutnya, hal itu terjadi lantaran kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap bahaya terjadinya pernikahan anak usia dini.

Sehingga dirinya mengajak seluruh stakeholder untuk kembali mensosialisasikan dan mengawal UU Nomor 16 Tahun 2019 terhadap perubahan UU no 1 1994 yang mengatur tentang pernikahan.

“UU ini belum disosialisasikan dengan baik sehingga ditengah masyarakat menilai umur 16 Tahun boleh menikah,” imbuh Harisah.

Meski demikian, Harisah juga berharap Bupati Kabupaten Luwu Timur segera mengeluarkan produk UU yang mengatur tentang pernikahan.

Sebab hal ini sangat penting untuk memastikan Kabupaten Luwu Timur zero pernikahan anak usia dini sebagai acuan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

Untuk itu, dirinya berjanji akan mengawal hal ini sehingga pernikahan anak usia dini mampu ditekan.

“Ini adalah langkah awal lahirnya Peraturan Daerah soal menekan pernikahan usia dini. Sehingga Perda ini sangat diharapkan hadir,” pungkasnya. (ALE)

Komentar

News Feed