oleh

Hakim Tolak Eksepsi Pengacara Terdakwa Pengerusakan SPBU Sampoddo

RADARLUWURAYA.com – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh keluarga dari terdakwa Mahaluddin tak mempengaruhi hasil sidang putusan sela di Pengadilan Negeri (PN) Palopo.

Meski dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Makassar dipersoalkan oleh pengacara terdakwa Mahaluddin, namun majelis hakim diketuai Arief Winarso SH didampingi Raden Nur Hayati SH MH dan Mahir Zikki SH tetap menolak eksepsi (Keberatan) dari pengacara terdakwa Mahaluddin.

Sidang tersebut berlangsung usai aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo dan Pengadilan Negeri (PN) Palopo, Selasa (5/3) kemarin.

Sementara itu, Juru Bicara PN Palopo, Heri Kusmanto SH yang dimintai keterangannya, mengatakan, alasan majelis hakim melanjutkan kasus dugaan pengrusakan bangunan SPBU Sampoddo pada Juli 2016 lalu.

Bahwa keberatan pengacara hukum terdakwa mengenai orang yang melakukan, yang menyuruh melakukan atau turut melakukan sebagaimana dalam ketentuan Pasal 55 Ayat 10 Ke-1 KUHP tersebut dalam dakwaan, maka menurut majelis hakim hal tersebut tidak bersifat eksepsional karena sama sekali tidak ada kaitannya dengan materi eksepsi yang diisyaratkan sebagaimana diatur dalam Pasal 156 ayat 1 KUHAP dan juga sudah menyentuh pokok perkara atau diluar ruang lingkup materi eksepsi.

“Dan mana akan digali dan dibuktikan bersama-sama di dalam acara pembuktian di persidangan nanti,” ucap Heri.

Menurut Heri, sidang dengan agenda pemeriksaan saksi untuk membuktikan dakwaan JPU dijadwalkan Senin (11/3) mendatang.

Terdakwa Mahaluddin sendiri didampingi oleh pengacaranya Syahrir SH MH dan M Nur didampingi oleh pengacaranya K Budi Simanungkalit SH MU. (Niki)

Komentar

News Feed