oleh

29 Oktober, Peringatan ‘Hari Pahlawan Masamba’

RADARLUWURAYA – Ratusan warga Masamba dari berbagai elemen masyarakat berkumpul untuk mengikuti upacara bendera pagi ini di Lapangan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Senin (29/10/18).

Upacara itu dilakukan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-90 dan dipimpin langsung Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. Namun ada yang menarik dari upacara itu, dalam sambutannya Indah menyebut selain peringati Sumpah Pemuda, juga diperingati sebagai ‘Hari Pahlawan Masamba’ yang jatuh setiap tanggal 29 Oktober.

Dari hasil penelusuran Radarluwuraya, Hari Pahlawan Masamba yang disebut Indah tersebut merujuk pada peristiwa upaya pembebasan sekitar 40 tahanan politik yang merupakan Tentara Kawanan Rakyat Luwu yang ditahan oleh Belanda. Peristiwa ini diabadikan dalam monumen Tugu Perjuangan Rakyat yang dibangun di Desa Rompu, Kecamatan Masamba.

BACA JUGA: Lokasi Ujian SKD CPNS Luwu Timur Berubah, Batal di Palopo

Dilansir dari luwuutarakab.go.id, diceritakan tentang peristiwa 29 Oktober 1949 yang kemudian disebut pemerintah Belanda sebagai Masamba Affair.

Serangan berawal dari dimandatkannya Salawati Daud menggalang pemuda Sulawesi Selatan melakukan pemberontakan melawan Belanda. Pada waktu itu Salawati berangkat dari Makassar bersama Hasan Lakallu gagal menggalang pemuda di beberapa daerah seperti Sengkang dan Palopo.

BACA JUGA: Kabar Duka, Istri Chaiman Fajar Group Meninggal Dunia

Tiba di Masamba, keduanya disambut hangat dan diterima beberapa pemuda seperti Kasim Kasmad dan Bakri Nantang. Selepas Magrib tanggal 29 Oktober 1949 mereka menyerang tangsi Belanda dan merebut sekitar 20 pucuk senjata.

Selang beberapa jam, mereka kemudian menyerang penjara Belanda yang berjarak sekitar satu kilometer dari tangsi. Di situ mereka berhasil melepas sejumlah tahanan politik dari Tentara Kawanan Rakyat Luwu. Salah satunya Andi Attas.

Setelah penyerangan itu pemuda Masamba lalu perang dengan militer Belanda di Rompu. “Dalam pertempuran tersebut meninggal Lesangi,” ujar pemerhati sejarah Masamba Chaerul Al Haqiem.

Lokasi pertempuran itu kini masuk dalam wilayah Dusun Pambusu, Desa Rompu, Kecamatan Masamba. Di situ, Pemkab Luwu Utara membangun sebuah tugu yang diberita nama ‘Tugu Perjuangan Rakyat’. Jarak tugu dari jantung Kota Masamba, Ibu Kota Luwu Utara sekitar 10 kilometer. Berada tepat di tengah kebun kelapa sawit warga. Di tugu setinggi dua meter terdapat tulisan ‘Disinilah Tempat Perjuagan Para Pahlawan Kusuma Bangsa. (Herman)

Komentar