oleh

ACC Minta Komisi Kejaksaan Periksa Kajari Palopo

Wakil Direktur Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi Abdul Kadir Wokanubun meminta kepada Komisi Kejaksaan RI untuk melakukan pemeriksaan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palopo, Adianto terkait dugaan permintaan pembangunan rumah dinas kepada Pemerintah Kota Palopo.

Menurut Kadir, apa yang dilakukan oleh Kajari adalah hal yang sangat aneh, sebab anggaran operasional Kejaksaan Negeri (Kejari) melekat pada APBN bukan di APBD, termasuk soal anggaran rumah dinas.

”Menjadi aneh ketika Kajari menyampaikan proposal jatah rumah jabatan kepada pemerintah daerah. Tentunya pembangunan rumah jabatan Kajari Palopo ini konflik kepentingan, karena terkait penanganan perkara-perkara korupsi di wilayah Palopo, secara vertikal kejaksaan mempunyai anggaran sendiri yang melekat di APBN,” kata Kadir.

BACA JUGA: Chat Minta “Jatah” Kajari Palopo Bakal Diperiksa Kejati Sulsel

Hal ini, belum termasuk dugaan intervensi Kajari Palopo pada pelaksanaan tender rumah dinas itu.

Selain itu, dia mendesak kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel dan Kejaksaan Agung RI untuk mencopot serta memberikan sanksi tegas kepada Kajari Palopo terkait kasus ini.

Sebelumnya diberitakan, beredar screenshoot percakapan aplikasi WA antara salah seorang pejabat di lingkup Pemkot Palopo dengan orang yang diduga adalah Adianto.

Dalam percakapan itu, Kajari Adianto keberatan karena ULP telah melakukan proses lelang, sebelum melakukan koordinasi dengan pihaknya. Bahkan, dalam percakapan itu, Kajari mengancam tidak akan mengijinkan rumah dinas itu dibangun, jika pihak ULP ngotot untuk melakukan proses lelang tanpa mendapatkan izin Adianto terlebih dahulu.

Inilah capture pesan yang dikirimkan oleh Kajari ke salah satu Pejabat Pemkot Palopo. –ist–

“Surat baru kemarin koq sdh di lelang”

“Tidak ada koordinasi dgn sy”

“Coba diluruskan”

“Kl tetap di lelang tdk ijin n koordinasi dgn sy dipastikan tdk sy ijinkan di bangun,” demikian beberapa petikan isi percakapan tersebut.

Sebelumnya, Adianto yang dikonfirmasi Radarluwuraya.com tidak membantah jika dalam percakapan tersebut adalah dirinya. Meski demikian, Adianto berkelik, jika dirinya marah ke Pemkot Palopo, karena tidak pernah melakukan koordinasi, sementara dia mengklaim sebagai pemilik tanah dan rumah yang akan dibangun.

Komentar