oleh

Akhir 2023 Masmindo Mulai Produksi

BELOPA-RADARLUWURAYA.Com, KEBERADAAN PT Masmindo Dwi Area, sebuah perusahaan tambang emas di kawasan Rante Balla, Latimojong, Luwu, masih dalam tahap eksplorasi. Tahapan ini diakui Masmindo dilakukan dalam waktu yang relatif lama. Namun, diprediksi perusahaan ini mulai berproduksi akhir 2023.

Pernyataan itu diungkapkan Head Dept External Affair PT Masmindo Dwi Area, Wahyu Diartito P, yang dihubungi siang kemarin. Ia mengakui, bahwa sekarang ini, pihaknya masih melakukan eksplorasi. Masmindo belum masuk dalam tahap eksploitasi.

“Sekarang ini Masmindo masih eksplorasi. Memang tahap eksplorasi ini relatif lama, lantaran pihaknya terus melakukan penelitian potensi nilai ekonomi terhadap kandungan emas yang terdapat di Rabte Balla,” ungkap Wahyu Diartito.

Ia menjelaskan, lamanya masa eksplorasi ini lantaran, pihaknya memperbaharui sampel guna memastikan potensi nilai ekonomis dari sumber daya alam yang terkandung dalam perut bumi Latimojong. Proses pengambilan sampel ini butuh waktu tahunan guna mengetahui seberapa besar potensi nilai ekonomis dari kandungan emas yang terdapat di Rante Balla.

“Dari sampel terbaru itulah, Masmindo meyakini adanya potensi ekonomis yang cukup tinggi dalam kandungan emas di Rante Balla. Makanya, Masmindo sudah mempersiapkan diri untuk melakukan eksploitasi,” jelasnya.

Sekarang ini lanjut Ditto –sapaan akrab Wahyu Diartito–, untuk sementara pihaknya melakukan pembebasann lahan yang nantinya menjadi lokasi pembangunan fasilitas yang dibutuhkan ketika memasuki tahap eksploitasi.

Izin untuk operasional produksi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sudah dimiliki Masmindo, hanya saja, Masmindo belum melakukan produksi lantaran konstruksi fasilitas belum dilakukan.

“Insya Allah, bila pembebasan lahan ini tuntas, kami akan langsung melakukan pembangunan konstruksi guna mempercepat eksploitasi. Rencananya, 2023 akhirnya, Masmindo diupayakan mulai berproduksi,” sebutnya lagi.

Konstruksi yang dimaksud, ujar Ditto, adalah fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang proses pada tahap operasi produksi. Termasuk pembangunan pabrik pemisahan material dengan mineral yang berwujud emas.

“Semua pengolahan dilakukan di lokasi tambang. Tidak ada material mineral yang dibawa keluar dari tambang. Kecuali ketika sudah masuk tahap produksi, yang akan dibawa berupa hasil pengolahan berupa mineral logam emas dengan menggunakan kendaraan jenis pick up,” urai Ditto.

Ditto menggaransi, bahwa Masmindo melakukan aktivitas tambang di Rante Balla, akan selalu taat pada regulasi yang ada. Pasalnya, Masmindo merupakan perusahaan tambang menengah yang bekerja dengan menggunakan standar internasioal.

“Artinya, bila Masmindo melakukan kesalahan prosedural sesuai dengan regulasi yang ada, maka Masmindo berpotensi akan dicabut izin operasionalnya. Keberadaan Masmindo di Rante Balla, tahap demi tahap, selalu dipantau kementerian ESDM, dan lembaga pertambangan internasional. Bahkan setiap bulannya, Masmindo melaporkan perkembangan yang terjadi di kawasan lokasi tambang. Laporan itu disampaikan juga ke Dinas Pertambangan provinsi,” ujarnya lagi.

“Untuk itu kami meminta kepada seluruh masyarakat Tana Luwu, khususnya yang ada di Kabupaten Luwu, untuk memberi kesempatan kepada Masmindo membuktikan pengelolaan tambang emas di Rante Balla tidak salah kelola. Masmindo juga membuka diri untuk dikritik sepanjang kritikan itu untuk kepentingan bersama demi pengelolaan tambang yang ramah lingkungan,” katanya lagi.

Ia juga menambahkan, bahwa banyaknya sampel yang terdapat di kawasan areal tambang dalam kondisi terpacking, merupakan bagian dari sampel yang sudah diambil dan diteliti di laboratorium. Dan itu menjadi aset perusahaan.

“Material yang terpacking itu adalah bagian dari material yang dikirim ke laboratorium sejak puluhan tahun lalu, selama dilakukannya eksplorasi. Sampel itu akan tetap berada di kawasan perusahaan,” komentarnya, seraya menambahkan bahwa material yang terpacking di kawasan lokasi tambang tidak untuk dibawa keluar lokasi. Tapi menunggu masa produksi dimulai.

Sebelumnya, Dewan Kehutanan Nasional (DKN) menduga PT Masmindo sudah melakukan eksploitasi kandungan emas Latimojong yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Menurut Abdul Rahman Nur, presidium DKN, selama ini, perusahaan tambang emas tersebut hanya berdalih masih dalam tahap eksplorasi atau penelitian kandungan emas. Namun, diduga sudah berlangsung eksploitasi potensi emas Luwu dilakukan PT Masmindo Dwi Area dan eksploitasi tersebut sudah berlangsung lama.

“Dugaan adanya kegiatan eksploitasi emas Latimojog oleh PT Masmindo, karena banyaknya sample material yang digali dari perut bumi Latimojong, dengan kedalaman berbeda, kedalamannya ratusan meter dengan pengeboran. Saya menduga ini eksploitasi berkedok eksplorasi yang sudah berlangsung lama di Latimojong,” kata Maman.

Berbagai sample material mengandung emas hasil pengeboran tersebut, menurut Maman, disimpan di beberapa gudang penyimpanan. Sample-sample tersebut disimpan menggunakan kayu dan kotak aluminium. Diluar karyawan PT Masmindo, warga dilarang memasuki gudang penyimpanan tersebut.

“Saya sempat mau masuk ke salah satu gudang penyimpanan material emas, tetapi dilarang security dengan alasan tidak boleh memasuki gudang penyimpanan karena harus menggunakan alat standar sesuai ketentuan perusahaan,” kata Maman, yang ikut berkunjung ke PT Masmindo Dwi Area bersama Walikota Palopo, HM Judas Amir dan Forkominda Kota Palopo, Senin lalu.

Kecurigaan lainnya bahwa sudah berlangsung eksploitasi kandungan emas Latimojong dilakukan PT Masmindo Dwi Area berkedok eksplorasi, urai Maman, karena perusahaan tersebut sudah mempekerjakan ratusan karyawan.

“Kalau belum berproduksi, kenapa banyak pekerja? Bagaimana PT Masmindo menggaji ratusan karyawan setiap bulan dengan gaji tinggi jika baru sebatas penelitian? Ini sangat mencuatkan tanda tanya,” kata Maman, yang juga Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo ini. (rlr)

Komentar