oleh

Aktor Lain Kasus DID Lutra Masih Aman

RADARLUWURAYA.com – Kasus dugaan korupsi Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Luwu Utara hingga saat ini masih mandek di Polda Sulawesi Selatan.

Demikian diungkapkam Wakil Direktur Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Abdul kadir Wokanubun, Jumat (22/2) pekan kemarin.

“Kasus DID Luwu Utara ini termasuk dalam daftar kasus mandek ACC Sulawesi yang ditangani di Polda Sulsel,” ungkap Kadir.

Untuk itu, ACC Sulawesi meminta Polda Sulsel untuk menuntaskan kasus DID Luwu Utara berdasarkan fakta persidangan.

Akan tetapi kata dia, hingga saat ini Polda Sulsel tak memiliki i’tikat baik untuk menuntaskan kasus tersebut.

“Selama ini kami mendorong Polda Sulsel untuk menuntaskan kasus ini. Namun kami menilai, tidak ada keseriusan Polda Sulsel untuk menuntaskannya,” tandasnya.

Untuk diketahui, perkara korupsi proyek penyelewengan DID Kabupaten Luwu Utara tahun 2011 telah diputuskan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Negeri Makassar yang menjatuhkan hukuman terhadap dua orang terdakwa yakni Agung selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Andi Sariming selaku Pengguna Anggaran (PA).

Sebelumnya salah satu terdakwa, Agung pernah mengungkap apa yang dia ketahui mengenai pelaksanaan kegiatan yang bersangkutan dengan DID yang menggunakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) senilai Rp 24 miliar.

Menurutnya Agung, semua perencanaan kegiatan pengadaan yang dituduh penyidik Dit Reskrimsus Polda Sulsel bermasalah alias tidak sesuai spesifikasi itu turut melibatkan pihak lain. Di antaranya, Adam Jaya selaku Kepala Seksi Sarana Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lutra.

Adam kata dia yang membawa data dalam bentuk CD, kemudian data yang dalam CD berbentuk dokumen rencana kegiatan anggaran (RKA) tersebut di-print out. Lalu dibawa masuk ke ruangan Sariming yang saat itu menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kab Lutra sekaligus selaku Pengguna Anggaran (PA). Selanjutnya Andi Sariming memanggilnya dan memberikan RKA itu.

Agung mengakui dokumen RKA ada dua. Dokumen RKA untuk jenis kegiatan pengadaan barang di antaranya pengadaan alat-alat peraga pendidikan, yang ditandatangani bupati yang saat itu menjabat Wakil Bupati Lutra, Indah Putri Indriani. (*)

Komentar