oleh

Anggota DPR RI Bowo Sidik Ditetapkan Sebagai Tersangka Suap Distribusi Pupuk

RADARLUWURAYA.com – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik ditetapkan sebagai tersangka kasus suap kerjasama pengangkutan bidang pelayaran kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Politisi Partai Golkar ini terjarin Operasi Tangkap Tangan (OTT), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (27/3) malam .

KPK juga menetapkan dua tersanngka lainnya yakni, pihak swasta, Indung yang diduga sebagai penerima suap dan Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti.

 

BACA:

Ini Anggota DPR dari Fraksi Golkar yang Terjaring OTT

 

“Setelah melakukan pemeriksaan dilanjutkan dengan gelar perkara, sebelum 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, disimpulkan adanya dugaan tipikor memberikan hadiah atau janji,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, Kamis (28/3).

Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima enam kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

“Penyerahan uang suap diduga dilakukan di rumah sakit, hotel, dan kantor PT Humpuss sejumlah Rp221 juta dan USD85.130. Uang yang diterima tersebut diubah menjadi pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu yang sudah dimasukkan ke dalam amplop-amplop,” terang Basaria.

 

BACA:

Cabuli Siswanya, Oknum Kepala SD Ini Diringkus Polisi

 

Atas perbuatannya, Bowo Sidik dan Indung disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara, Asty Winasti disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan deak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP‎. (*)

 

BACA:

Bendera PPP dan PBB di Lokasi Kampanye Sandiaga Uno

 

 

Komentar