oleh

Bahas Bahaya Stunting, Dinkes Lutra Gandeng KAHMI Dialog Warung Demokrasi

RADARLUWURAYA.com – Dinas Kesehatan dan MD KAHMI adakan dialog Warung Demokrasi dengan tema “Selamatkan Bangsa dari Bahaya Stunting (anak kerdil)” di Teras Adira Masamba Kabupaten Luwu Utara, Rabu (28/11/2018).

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menyebutkan, alokasi anggaran Pemerintah Kabupaten Lutra di bidang kesehatan pada tahun 2018 sekitar 18%, dan pada tahun 2019 meningkat menjadi sekitar 20,50 % dari APBD.

“Penanganan stunting bukan hanya pada Dinas Kesehatan saja, tapi harus melibatkan semua pihak,” tutur Indah.

Dikatakannya, usia anak dibawah 2 tahun menjadi usia yang rawan terkena stunting. Selain budaya, salah satu yang juga menjadi penyebab tingginya stunting di Kabupaten Lutra adalah pernikahan anak dibawah umur yang cukup tinggi yakni sekitar 28 %.

“Hal ini tentunya akan berpengaruh pada kesiapan mental dan rahim calon ibu tersebut,” urainya.

Selain itu, ketersediaan infrastuktur pelayanan kesehatan prima dan jaminan ketercukupan nutrisi kepada calon Ibu merupakan kebijakan yang akan terus di dorong agar mencegah bertambahnya angka stunting di Kabupaten Luwu Utara.

“Tanggung jawab penanganan Stunting ini bukan hanya pada ibu – ibu, tapi dari keluarga. Ketersediaan ASI dan Nutrisi yang baik bagi Ibu butuh peran besar dari bapak-bapak sekalian. Kita berharap hal ini diketahui dan dipahami oleh seluruh elemen masyarakat,” tandah orang nomot satu di Lutra ini.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabulaten Lutra, Dr. H. Muh Nasrum mengatakan, stunting adalah kondisi penyakit yang mengganggu pertumbuhan anak. Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi anak pada masa pertumbuhan.

“Berdasarkan data terakhir, terdapat sekitar 666 anak balita (12,90 % dari jumlah balita di Kabupaten Luwu Utara) yang terindikasi menderita stunting khususnya banyak di Kecamatan Seko dan Kecamatan Rongkong,” bebernya.

“Kami telah berusaha menurunkan jumlah angka stunting di Kabulaten Luwu Utara, melalui sosialisasi gerakan hidup sehat kepada masyarakat, seperti pembenahan sanitasi dan menjamin ketersediaan air bersih. Diharapkan hal ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak – anak kita buat generasi yang lebih baik kedepan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini pula, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lutra, Filosofis Rusli menilai, kebijakan anggaran untuk penanganan Stunting di Kabupaten Lutr tidak bisa dititik beratkan hanya pada DPRD semata. Karena menurutnya, pelaksanaan kegiatan terdapat di eksekutif khususnya di Dinas Kesehatan.

Selain itu, Filosofis menyebutkan, Negara telah mengalokasikan anggaran besar untuk bidang kesehatan.

“Ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Pusat yang harus kita dorong di daerah sehingga diharapkan angka stunting ini dapat diturunkan. Penanganan stunting harus terus dilanjutkan oleh Pemkab Lutra, dan DPRD akan terus mendorong hal tersebut,” tandasnya.

Dirjen Ekonomi dan Global Isu Kedutaan Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Mr. Hendrik Barkeling mengungkapkan, terdapat data yang menunjukkan bahwa 37 % anak Indonesia menderita stunting. Hal ini sangat miris, karena berbanding terbalik dimana rata – rata penghasilan ekonomi masyarakat Indonesia cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa Stunting ini bukan karena masalah ekonomi.

Hal terpenting yang perlu mendapat perhatian kata dia, adalah kaum Ibu-Ibu, karena merekalah yang merawat anak balita. Gejala Anak Sakit dan kekurangan Nutrisi merupakan hal yang menumbuhsuburkan stunting, sehingga mari kita menjaga ibu/ wanita agar dapat merawat anaknya dengan baik.

“Saya mengenal Kabupaten Luwu Utara melalui inovasi yang dihasilkan oleh Pemkab Luwu Utara dan pertemuan dengan Bupati di Surabaya beberapa waktu yang lalu. Atas dasar tersebut dan undangan langsung oleh Bupati, sehingga kami datang kesini,” katanya.

Team Leader Transformasion Gesellschaft Internationale Zusammenarbeit/GIZ/, Mrs. Elke Rapp mengaku, warung Demokrasi ini merupakan inovasi yang cukup aktif setelah beberapa tahun berdiri pada tahun 2011.

“Saya lebih fokus ke inovasi daerah dan telah berkeliling ke banyak daerah di Indonesia guna melihat berbagai perkembangan. Dan Stunting menurut saya lebih disebabkan karena kekurangan nutrisi dan asupan gizi bagi Calon Ibu. Masalah ini perlu diselesaikan secara bersama oleh Pemerintah dan tentunya melibatkan peran serta masyarakat,” tandasnya. (herman)

Komentar