oleh

Bangunannya Miring, Pujasera Malili Resmi Digunakan, Aman kah?

MALILI, RADARLUWURAYA.COM- Bangunan Pusat Jajanan Serba Ada atau yang disebut Pujasera Malili hari ini Jumat 26 Januari 2020 diresmikan oleh Bupati Luwu Timur, Thoriq Husler dengan ditandai pemukulan gong.

Bangunan Pujasera Malili berdampingan dengan Bangunan Andi Nyiwi Park atau yang sebelumnya dikenal dengan nama Lapangan Andi Nyiwi yang kini menjadi salah satu icon wisata baru di ibu kota Malili.

Pujasera Malili terletak di jalan Andi Djemma, Kelurahan Malili, Kecamatan Malili atau terletak di pusat ibu kota Kabupaten Luwu Timur.

Diberitakan, penyidik Polres Luwu Timur sudah menerima hasil pemeriksaan tim ahli Pujasera Malili, bahwa kesalahan ada pada perencanaan proyek Pujasera Malili.

Ahli Konstruksi dari Politeknik Negeri Ujung Pandang, Dr Ir Andi Ma’al Latief MT sudah memeriksa bangunan Pujasera Malili.
Andi Ma’al mengelilingi dan memeriksa bangunan tersebut sekitar tiga jam pada saat itu.

Sementara itu, sesaat setelah peresmian Pujasera Malili, Kabid SDA PUPR Luwu Timur, Andi Juanna Fachruddin membacakan surat pernyataan dari tim pemeriksa atau tim ahli Politeknik Negeri Makassar, Dr Ir Andi Ma’al Latief MT.

Dalam surat pernyataan tersebut tertulis Pada hari ini, Selasa tanggal 21 Januari 2020 bertempat di Malili, lokasi pembangunan Pujasera.

Berdasarkan hasil laporan dari pemeriksaan fisik pekerjaan pembangunan Pujasera Malili, Kabupaten Luwu Timur yang dilaksanakan pada tanggal 26 September 2019.

Bahwa setelah melakukan pemeriksaan dan pengamatan atas pekerjaan penguatan yang direkomendasikan sebagaimana yang tertuang pada laporan pemeriksaan tanggal 26 September 2019.

Bahwa poin pertama, telah dilaksanakan sesuai rekomendasi yaitu perkuatan dengan pemasangan 12 buah tiang pancang ukuran 25 x 25 cm dengan jarak lima meter disertai dengan pemasangan pile cap 40 x 40 x 40 cm pada setiap tiang dan pemasangan balok 30 x 50 cm yang menyanggah balok cantilever sepanjang 60 meter, dimana setiap bentang balok memikul 2 buah balok cantilever. Dan poin kedua, pekerjaan sudah cukup kuat dan aman untuk digunakan.

Dalam surat pernyataan tersebut tertanda, tim pemeriksa atau tim ahli, Dr Ir Andi Ma’al Latief MT. Menyaksikan, Kepala Bidang Cipta Karya PUPR, Heriwanto D. Manda ST, PPK, Esra Lallo, ST. MT, Kepala Bidang SDA PUPR, Andi Juanna Fachruddin S.ST dan PT. Kami Jaya Konstruksi, Chaerul Rasyid.

Untuk diketahui proyek ini menghabiskan anggaran Rp 7.8 miliar yang bersumber dari APBD 2018. Kontraktor pelaksana PT Kami Jaya Konstruksi dan konsultan pengawas PT Multicipta Adhirancana. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *