oleh

Bantuan Covid-19 Kota Palopo Disoal

PALOPO, RADARLUWURAYA.com – Sejumlah massa mengatasnamakan diri Koalisi Masyarakat sipil Peduli Penanganan Covid-19 (Komas PPC 19) mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo mempersoalkan Bantuan Covid-19, Kamis (25/6) siang tadi.

Pasalnya, hingga saat ini masih banyak warga yang tak tersentuh bantuan. Padahal, bantuan Covid-19 cukup besar mengalir untuk warga Kota Palopo.

Berdasarkan data terbaru per Februari 2020, warga di Palopo hanya 39.444 KK. Sementara jumlah total bantuan yang ada di Palopo sebanyak 44.816.

Demikian diungkapkan salah satu Demonstran Yertin Ratu.

“Sehingga logikanya, baik yang kaya ataupun miskin, seluruh sudah dapat bantuan. Bahkan masih ada tersisa bantuan 5.372 bantuan,” katanya.

Bahkan salah seorang warga Kelurahan Buntu Datu Dinasari yang ikut unjuk rasa mengaku, namanya dicoret sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Padahal kata dia, namanya terdaftar sebagai penerima.

“Di lorong saya, saya satu-satunya yang tidak dapat bansos. Sementara nama saya ada di daftar penerima bansos,” katanya.

Setelah dikoordinasikan ke kelurahan, diakuinya namanya sudah dicoret karena dianggap ada transaksi besar di rekening miliknya.

Padahal rekening miliknya telah terblokir sejak awal 2019.

“Alasan lainnya, saya dianggap sudah mampu, karena ada anak saya kerja. Padahal di tetangga saya, ada anaknya kerja di negeri, tapi dia dapat. Anak saya hanya kerja di swasta,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Palopo Efendi Sarapang, meminta data semua warga yang berhak menerima bantuan, namun belum tersentuh bantuan agar bisa direkomendasikan ke Dinsos.

“Kami segera menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi masyarakat,” katanya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *