oleh

Banyak Pengusaha Tidak Laporkan Jumlah Tenaga Kerja

RADARLUWURAYA.com – Banyak pengusaha yang tidak tertib dalam melaporkan jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan di masing-masing perusahaan yang beroperasi di Kota Palopo.

Demikian diungkapkan Keplaa Dinas Tenaga Kerja Kota Palopo, Kodrat Lippi kepada radarluwuraya.com, Selasa (04/09/18).

Kodrat menyebutkan, berdasarkan data Disnaker hingga akhir Juli 2018, tercatat hanya ada 2956 orang saja tenaga kerja di yang terdaftar di Disnaker Palopo.

“Jumlah tenaga kerja yang terdaftar hingga akhir Juli 2018 sebanyak 2956. Hal ini menujukkan masih banyak pengusaha swasta yang tidak melaporkan jumlah tenagakerjanya. Selain itu, juga banyak tenaga kerja di Kota Palopo yang berstatus karyawan tidak tetap,” jelasnya.

Bahkan dari jumlah tersebut, masiih banyak tenaga kerja yang mengambil kartu kuning di Disnaker Palopo namun bekerja di Kabupaten Morowali. Sehingga diprediksi, banyak pekerja di Kota Palopo yang bukan merupakan warga Kota Palopo dan tidak terdaftar sebagai tenaga kerja.

“Tenaga kerja yang mengambil kartu kuning di Disnaker itu dominan kerja di mini market dan ke Morowali,” tambahnya, diaminkan Kepala Bidang Penempatan dan Pelatihan, Hasbul Soeyanto.

Yang pasti menurutnya, menurutnya dominan perusahaan dan pengusaha di Kota Palopo tidak melakukan laporan ke Disnaker.

” Kami tidak pernah diundang oleh PT atau pengusaha untuk melakukan pendataan jumlah tenaga kerja,” ujarnya.

Kedepan, pihak Disnaker akan melakukan koordinasi yang intens terkait jumlah kebutuhan perusahaan dan pengusaha yang membutuhkan Jasa tenaga kerja. (john)

Komentar