oleh

Bayi Penderita Hidrosefalus asal Luwu Utara Dirujuk ke Makassar

Rafasya Al Farizky (11 bulan), penderita Hidrosefalus, anak dari pasangan Irfandi (23) dan Marlina (21) yang tinggal di Desa Polejiwa Kecamatan Malangke Barat, akhirnya dirujuk ke RSUD Andi Djemma Masamba dan saat ini sudah dilanjutkan rujukannya ke Makassar.

Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Luwu Utara, Anjas Rusli mengatakan awalnya orang tua bayi enggan membawa anaknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari rumah sakit, dengan alasan keterbatasan biaya.

“Tetapi setelah petugas memberikan pemahaman, akhirnya pasien tersebut mau dirujuk, namun karena keterbatasan alat dan obat-obatan di RSUD Andi Djemma Masamba, akhirnya pasien kita rujuk ke Makassar,” kata Anjas.

BACA JUGA: Bahas Vaksin MR, Dokter dari Nepal Temui Bupati Luwu Utara

Dia pun mengatakan, pihak Dinas Kesehatan Luwu Utara dan Puskesmas Malangke Barat terlebih dahulu mengumpulkan donasi untuk membantu pihak keluarga selama pasien dirawat di rumah sakit, petugas juga membantu untuk menguruskan kartu JKN.

“Pasien ini sebenarnya berasal dari Bone, datang ke Luwu Utara menumpang di rumah keluarganya, tetapi karena kepedulian kepada sesama, kami tetap memberikan pelayanan yang optimal,” ucapnya.

Dikutip dari situs theasienparent.com, Hidrosefalus (hydrocephalus) adalah kondisi penumpukan cairan di dalam otak yang mengakibatkan meningkatnya tekanan pada otak. Arti harfiah dari penyakit ini adalah “air di dalam otak.”

BACA JUGA: Bupati Indah Jamu Korban Gempa di Rujab

Gangguan dalam otak ini sangat berpengaruh pada penderitanya. Karena menyebabkan gangguan perkembangan fisik maupun intelektual. Belum lagi, jika penyakit tersebut memiliki komplikasi yang serius.

Sekalipun bisa menimpa ke semua usia, namun hidrosefalus umum terjadi pada usia dewasa dan bayi. Para ilmuwan mencatat bahwa 2 dari 1000 bayi terlahir dengan kondisi hidrosefalus.

Komentar