oleh

Begini Cara TPID Lutra Galang Bantuan Kemanusiaan Sulteng

RADARLUWURAYA — Penggalangan bantuan kemanusiaan terus dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat pasca gempa yang melanda Palu, Donggala, dan Sigi beberapa waktu lalu. Namun, Tim Pengelola Inovasi Desa (TPID) Luwu Utara punya cara berbeda dalam menggalang bantuan dana kemanusiaan itu. Bagaimana caranya?

Dikoordinir oleh Ketua TPID Rampi, Muhammad Saldin yang melakukan penggalangan dana dengan cara menjual buku yang merupakan karyanya sendiri. Buku berjudul “Sirf Tum Mere Tum Sang Bidadari” itu merupakan ontology puisi yang isinya mengangkat tema “Keindahan di Balik Hijab”.

“Penggalangan dana ini dilakukan untuk membantu korban seperti membelikan beras, susu, popok dan pakaian ganti bagi korban bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng),” ujar Saldin.

Dalam menjalankan kegiatan yang diberi nama Gerakan Peduli Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng ini, dia dibantu oleh Ketua TPID Masamba, Raswan, dan TPID Mappedeceng Adnan.

Tentang Penulis Buku Sirf Tum Mere Tum Sang Bidadari

Mungkin dari kita banyak yang belum mengetahui tentang buku Sirf Tum Mere Tum Sang Bidadari ini. Buku karya Muhammad Saldin ini diterbitkan oleh FAM Publishing itu mengangkat tulisan berupa kumpulan puisi yang isinya memberikan sebuah gambaran, bahwa keindahan wanita berhijab di dunia sebanding dengan ungkapan keindahan bidadari bersayap di langit.

Saldin sendiri merupakan putra asli Rampi yang lahir pada 26 Juni 1994 yang telah meraih berbagai penghargaan dibidang penulisan karya sastra. Pengetahuannya tentang karya sastra dia dapatkan dengan cara otodidak. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Komunitas Literasi Forum Penulis Sawerigading Luwu Raya (FPS) dan Ketua Komunitas Forum Pemuda Muslim Indonesia ini.

Saat ini dia mengabdikan dirinya sebagai Ketua TPID Rampi yang salah satu tugasnya adalah mendorong pembangunan desa yang lebih inovatif sehingga membangun ekonomi masyarakat desa. (Herman)

Komentar