oleh

Berburu Kalelawar, Warga di Dusun Ini Bisa Hasilkan Uang Puluhan Juta Rupiah

RADARLUWURAYA – Warga di Dusun Labecce, Desa Waelawi, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, memiliki kerja sampingan yang dapat menghasilkan uang puluhan juta rupiah. Kerja sampingan dimaksud yakni berburu kalelawar di malam hari.

Salah seorang warga yang juga ikut ‘kerja sampingan baru’ itu, Nandar menyebutkan jika profesi dia yang sebenarnya adalah seorang nelayan tambak. “Saya melakukan penangkapan kalelawar sebagai kerja sampingan disamping mengerjakan tambak udang, ikan dan kebun,” ujarnya.

BACA JUGA: DPO Curanmor Lintas Provinsi Dibekuk Resmob Polres Luwu Timur

Dia menceritakan, berburu hewan malam itu biasa dilakukan pada pukul 01.00 hingga 04.00 dini hari setiap malamnya. Hasilnya pun bukan main-main, pasalnya setiap malamnya dia bias menangkap kalelawar sebanyak 15-30 ekor.

“Kami buat pukat yang diikat di atas pohon bambu, setiap malam kami akan mengumpulkan kalelawar yang terjerat,” ungkapnya.

Menurutnya, kalelawar yang tertangkap itu kemudian dikumpulkan dengan hasil tangkapan warga lainnya hingga mencapai 1.000 kilogram. “Biasanya pembelinya dari Manado, Sulawesi Utara. Mereka datang kalau sudah terkumpul sampai 700 hingga 1.000 kilogram, yang setiap kilogramnya dihargai sebesar Rp38 ribu,” ungkap Nandar.

BACA JUGA: Master Plant Smart City Pemkab Luwu Timur Rampung

Menurutnya, pembeli itu biasa datang untuk setiap 2 hingga 4 bulan sekali untuk membeli hasil ‘panen’ kalelawar dari warga ini.

Meski begitu, Nandar dan warga sekitar tidak mengetahui persis, apa kegunaan kalelawar yang dijualnya itu. “Saya juga tidak tahu pak, apakah dimakan atau dibuat obat, karena kami tidak pernah menanyakan lebih detail,” ujarnya.

Dia juga tidak mengetahui persis, apakah kegiatan berburu kalelawar ini termasuk dalam aktifitas yang melanggar aturan atau tidak. (Jhon)

Komentar