oleh

Berkedok Sumbangan Palu-Donggala, Penipu Ini Diringkus Polisi

RADARLUWURAYA — Mansyur (41) warga asal Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, harus merasakan dinginnya ruangan berjeruji besi akibat dari ulahnya sendiri. Pasalnya, dia telah melakukan aksi penipuan dengan dalih sumbangan untuk korban bencana alam Palu dan Donggala.

Tidak tanggung-tanggung, pelaku bahkan telah berhasil meraup ‘keuntungan’ hingga mencapai Rp10 juta dari aksi yang telah dijalankannya selama dua pekan itu. Akibatnya, dia diringkus aparat Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, di rumahnya di Amparita, Kamis (11/10/18) kemarin.

Meski sehari-harinya berprofesi sebagai petani, namun dalam menjalankan aksinya, Mansyur menggunakan alat telekomunikasi yang modern. Sejumlah alat bukti yang diamankan petugas seperti 1 unit laptop, 1 unit tablet, 13 unit modem internet, rekening tabungan yang merupakan BRI cabang Palu yang dibeli seharga Rp. 1.200.000, 7 unit hp yang digunakan untuk menyebarkan sms, serta puluhan sim card.

Berdasarkan pengakuan pelaku kepada polisi, dia melakukan aksinya berdasarkan informasi dari media online dan televise mengenai banyaknya bantuan yang mengali ke korban bencana. Terinspirasi dari berita-berita itulah, pelaku mulaiu beraksi dengan mengirimkan pesan singkat dengan menggunakan software khusus yang dapat mengirim sms massal ke ribuan nomor handphone dalam sekali kirim.

Isi pesan singkat yang disebarnya “Tolong bantu keluarga kami korban gempa tsunami Palu-Donggala melalui via rekening BRI atas nama Risa Ristianti”.

Setelah pesan singkat menyebar, ‘bantuan’ pun datang silih berganti. Dia mengaku sudah berhasil menarik dana sebesar Rp10 juta dari rekening tersebut.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono, menuturkan penangkapan tersebut berdasarkan penyelidikan Patroli Cybercrime Sat Reskrim Polrestabes Makassar serta penyelidikan terkait maraknya laporan dari masyarakat tentang permintaan sumbangan gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat, anggota patroli Cybercrime r langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui keberadaan pelaku di Lingkungan Amparita, Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Sehingga anggota bergerak ke lokasi dan meringkus pelaku di rumahnya,” ujar Wirdhanto.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati akan permintaan sumbangan terhadap korban bencana alam, dan tidak mudah percaya. “Akan lebih aman, jika sumbangan itu disalurkan kepada lembaga-lembaga resmi yang mengelola bantuan untuk korban bencana,” tegasnya.

Komentar