oleh

Besok, Citilink Mulai Mendarat di Bua

PALOPO,RADARLUWURAYA.Com–MASKAPAI penerbangan Citilink dipastikan akan mengudara di Bandara Lagaligo, Bua, Luwu. Rencananya, Citilink memulai rute Makassar-Bua pada 17 September mendatang dengan empat kali penerbangan dalam sepekan.

Kepala Bandara Lagaligo Bua, Luwu, Firman Padu, membenarkan soal masuknya maskapai anak group Garuda Indonesia tersebut. “Penerbangan perdananya akan di mulai pada 17 September mendatang,” ungkap Firman ketika dikonfirmasi siang kemarin.

Menurut Firman, dengan masuknya Citilink di Bandara Bua, akan menjawab tingkat kebutuhan masyarakat Tana Luwu terhadap roda transportasi udara. Sebab, sejak Garuda menutup rute Makassar-Bua, praktis tinggal maskapai Wings Air saja yang melayani masyarakat. Jadwal Citilink kata Firman, empat kali penerbangan Makassar-Bua, dan Bua Makassar yakni, Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu. “Berangkat dari Makassar sekitar pukul 14.00, sementara dari Palopo bertolak ke Makassar pada pukul 15.35 Wita,” sebut Firman lagi.

Disinggung soal penerbangan perdana Citilink pda 17 September, Kepala bandara Bua mengatakan bahwa, penerbangan ini bersifat reguler. Artinya hanya membawa penumpang biasa saja, dan tidak ada pejabat yang ikut menandai dibuka rute Citilink tersebut. “Hingga kini, kami belum mendapatkan informasi soal adanya pejabat daerah maupun pejabatd ari kementerian perhubungan yang ikut dalam penerbangan perdana Citilink tersebut,” imbuhnya.

Menurut Firman, Bandara Bua ini sangat potensial. Sebab, bandara ini melayani pelaki bisnis, pemerintahan se Tana Luwu. Makanya, ke depan, pihaknya berencana akan menambah run way Bandara Bua mebjadi 2.500 meter. “Sekarang masih dalam tahap pembebasan lahan yang dilakukan Pemprov Sulsel. Jika proses pembebasannya rampung, maka langsung dihibahkan ke Kementerian Perhubungan,” jelasnya Firman lagi.

Dengan run way sepanjang 2.500 meter lanjut Firman, akan memenuhi persyaratan untuk didarati pesawat berbadan lebar sejenis Boeing 737 seri 900. “Ini rencana kami ke depan. Sebab prosfek bandara ini sangat terbuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Tana Luwu dan sekitarnya,” urai Firman lagi.

Memamg sebut Firman, dalam masa pandemi Covid-19 ini, telah terjadi penurunan penumpang hingga 50%. Penurunan itu terjadi pada tiga bulan pertama setelah pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). “Tapi sekarang, jumlah penumpang yang menggunakan Bandara Bua sebagai moda transportasinya terus mengalami peningkatan,” tandas Firman lagi. (rlr)

Komentar