oleh

Bina Marga DPUPR Minta Pendampingan TP4D Kejari Luwu Timur Untuk Proyek Ini

MALILI, RADARLUWURAYA.COM- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Luwu Timur menggelar ekspos bersama Tim Pengamanan Pengawasan Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur, di Pendopo Kejari Lutim.

Bidang Bina Marga DPUPR meminta tim TP4D mengawal beberapa kegiatan fisik di Bina Marga yaitu pengaspalan dan jalan beton yang tersebar dibeberapa wilayah di Luwu Timur.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR, Iwan Setiawan mengatakan, beberapa kegiatan fisik di Bina Marga yang  diminta dikawal oleh Tim TP4D yaitu pengaspalan dan jalan beton yang tersebar dibeberapa wilayah Luwu Timur.

“Tahun ini ada 11 paket pekerjaan dalam pengawasan TP4D yaitu pekerjaan pengaspalan dan jalan beton,” katanya

Iwan mengatakan dalam pendampingan ini  besar harapan kami kepada pihak TP4D dapat membantu kami dalam menjaga kualitas infrastruktur yang ada.

Sementara itu, Ketua TP4D, Kasi intel Kejari Lutim, Hasbuddin B Paseng, menyampaikan pendampingan dan  pengawasan insfrastruktur TP4D bersifat yuridis dengan mempertimbangkan beberapa proyek strategis.

“Diharapkan juga disini ada peran serta masyarakat dalam mengawal pembangunan,” harapnya.

Hasbuddin mengatakan Pihak TP4D , mulai dari pembahasan terkait dengan  hal teknis pelaksanaan kegiatan telah melibatkan diri secara aktif. Tujuanya itu guna bersama-sama mencari formulasi pemecahan permasalahan yang dijumpai dilapangan.

“Dalam ekspos ini sebanyak 11 Paket Proyek fisik Bina Marga masuk dalam  pendampingan dan pengawasan TP4D. 11 paket kegiatan itu dengan dua item pekerjaan yakni pekerjaan jalan beton dan pengaspalan dengan total anggaran keseluruhan mencapai Rp 83 miliar lebih,” kata Hasbuddin.

Lanjutnya, sejauh ini dalam pemaparan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) progres kegiatan rata-rata sudah mencapai sekitar 80 persen.

“Untuk progresnya secara keseluruhan sudah mencapai sekitar 80 persen. Dalam kegiatan itu  terjadi deviasi plus dari masing-masing yang ditargetkan.  Terjadi deviasi plus beberapa item pekerjaan, dalam artian sudah melebihi dari target yang direncanakan itu rata-rata yang di sampaikan,” tutup Hasbuddin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *