oleh

BP2MI-KBRI Pulangkan ABK Asal Luwu, Fasilitasi Sampai Daerah Asal

JAKARTA–RADARLUWURAYA.Com, DUABELAS anak buah kapal (ABK) MV Oasis yang terlantar di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) akhirnya berhasil dipulangkan. Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bersama KJRI Dubai memulangkan ke 12 ABK tersebut hingga ke daewrah asal mereka. Pemulangan ke 12 ABK yang didominasi warga Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara itu dipulang ke tanah air sejak 12 September lalu.

Kepala BP2MI, Benny Ramdhani, membenarkan kalau pihaknya sudah memulangkan ke 12 ABK kapal MV OASIS yang bersandar di Dubai. “Ya, kami sudah pulang ke 12 ABK tersebut 12 September 2020 lalu sekitar pukul 15.40 WIB,” ungkap Benny, yang dihubungi siang kemarin.

Bahkan kata Benny, pihaknya memfasilitasi kepulangan ke 12 ABK tersebut hingga ke daerah asalnya. Mereka meninggalkan Dubai dengan menggunakan pesawat dengan nomor penerbangan EK 356 eta. “Kami fasilitasi ke 12 ABK pulang hingga ke kampung halamannya,” tutur Benny lagi.

Ia mengatakan, proses pemulangan 12 ABK tersebut dilakukan pihak KJRI Dubai. Pihak KJRI Dubai lah yang memproses kepulangan mereka sampai ke Tanah Air. “Yang pastinya, peran dan kerja kolaboratif BP2MI dengan KBRI sesuai dengan kewenangan yang dimiliki masing-masing,” tutur mantan senator DPD RI ini.

Sebelumnya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia ( KJRI) Dubai mendesak perusahaan penyalur tenaga kerja segera memulangkan 12 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di Kapal MV Oasis. “KJRI Dubai berkoordinasi dengan KBRI Abu Dhabi terus mendesak supaya perusahaan dapat segera memulangkan para WNI,” tulis KJRI Dubai dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri.

Diketahui, Kapal Oasis tersebut tengah bersandar di Pelabuhan Hamriyah, Sharjah, Uni Emirat Arab, sejak 4 Juni 2020. Pada tanggal 29 Agustus 2020 lalu, tim KJRI Dubai sudah menemui 12 WNI tersebut untuk memastikan kondisi mereka dalam keadaan baik-baik saja. Apalagi, mereka berada di negara di mana kasus Covid-19 masih terbilang tinggi.

KJRI Dubai juga memastikan akan terus memberikan pendampingan dan memenuhi hak-hak para WNI tersebut terpenuhi hingga kepulangannya. “KJRI Dubai selain memastikan keadaan para WNI juga memfasilitasi mediasi dengan pemberi kerja,” tulis KJRI Dubai.

Mediasi itulah yang menghasilkan kesepakatan bersama agar pihak perusahaan segera memulangkan para WNI ABK tersebut ke Tanah Air. Adapun proses pemulangan para WNI terhambat karena masalah internal serta pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Sebanyak 12 orang Anak Buah Kapal MV Oasis V yang diduga telantar di Uni Emirat Arab (UEA) disebut sudah tiga bulan tidak mendapatkan upah, dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak mengatakan, pihaknya saat ini, terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Arab, untuk proses pemulangan ABK asal Luwu. “Sedang kita upayakan pemulangannya. Kami juga berkoordinasi dengan DPR-RI Dapil Luwu, untuk membantu komunikasikan dengan Kementerian terkait dan KBRI di Arab,” kata Syukur Bijak.

Dari 12 ABK tersebut, 9 ABK berasal dari Tana Luwu yakni, Riki Saing (Luwu Utara), Kasri Bin Mannippi (Palopo), Irwan Umar (Luwu), Faesal Armi (Luwu), Syarifuddin (Luwu), Islamuddin Masdin (Luwu), Gufran Musa (Luwu), Akmal Syam (Luwu), Ismail (Luwu). (rlr)

Komentar