oleh

BPDASLH Jeneberang Saddang Gelar Rapat Kerja Pokja Pengelolaan Danau Matano

RADARLUWURAYA.com- Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASLH) Jeneberang Saddang yang difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur menyelenggarakan Rapat Kerja Kelompok Kerja (Pokja) Penyusunan rencana dalam pengelolaan Danau Matano dengan berbagai pihak yang terkait.

Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Otuno Room PT. Vale Indonesia, Sorowako, Kecamatan Nuha (13/09/2018) dalam rangka mensinergikan upaya dan program dari para pihak dalam merencanakan dan melaksanakan upaya pencegahan kerusakan Danau Matano.

Dalam acara tersebut membahas banyak hal penting, termasuk kondisi dan permasalahan pengelolaan Danau Matano.

Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, H. Budiman mengatakan, bahwa kondisi danau memerlukan penyelamatan segera. Olehnya itu, diperlukan satu rencana pengelolaan terpadu dengan melibatkan berbagai kepentingan dan multisektor.

“Rapat yang digelar hari ini sebagai wadah strategi untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran terkait pengelolaan Danau Matano dan berharap setelah pertemuan ada aksi yang dilaksanakan,” ujar Budiman saat membuka Rapat Kerja Penyusunan Rencana Pengelolaan Danau Matano.

Ia berharap, kami sebagai Pemerintah Daerah, dengan adanya pengelolaan danau ini, bisa memberikan dampak positif warga yang bermukim disekitar Danau Matano utamanya dalam hal pertumbuhan ekonomi.

Sementara Kepala Bapelitbangda Kabupaten Luwu Timur, HM. Abrinsyah, membeberkan bahwa Pengembangan Kawasan Danau dan sekitarnya merupakan salah satu diantara delapan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Kabupaten sebagaimana tertuang dalam Perda Nomor 07 Tahun 2011 tentang RTRW.

Adapun narasumber yang dihadirkan untuk memaparkan rencana penyusunan pengelolaan Danau Matano adalah Kepala Bapelitbangda, HM. Abrinsyah, Kepala Balai Besar KSDA Sulsel, Thomas N. kepala BPDASLH Jeneberang Saddang, Rochimah Nugrahini, Ketua Forum DAS Sulsel, Usman Arsyad, serta Akademisi Unhas, Rustam.

Komentar