oleh

BPS Palopo Catat 1.219 Ribu Sarjana Menganggur di Kota Palopo

RADARLUWURAYA- Badan Pusat Statistik Kota Palopo melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2017 lalu. Meperkirahkan bahwa di Kota Palopo jumlah pengangguran  terus menurun, pada Tahun 2017 diperkirakan tersisa 10,96 persen dari jumlah penduduk angkatan kerja sejumlah 75.563 ribu.

Kepala BPS Palopo mengatakan bahwa angka penggangguran tersebut menurun cukup besar dibandingkan dengan kondisi 2 tahun sebelumnya, tahun 2015 angka pengangguran diperkirakan 12,07 persen.

Ruben menjelaskan bahwa jumlah pengangguran di Kota Palopo pada Tahun 2017 tercatat 8.285 orang. bila dirinci menurut tingkat pendidikan masing-masing 4.820 orang berpendidikan SMA kebawah,  2.119 orang tamat SMK, berpendidikan S.1/D4 1.219 ribu dan 127 orang berpendidikan D,1,2,3.

Lanjut bahwa dengan membandingkan informasi data pengangguran selama kurun waktu 2 tahun terakhir, indikasinya menunjukkan keberhasilan pengurangan jumlah penganggur pada jenjang pendidikan S.1/D4 yang cukup tinggi, pada tahun 2015 jumlah penganggur tercatat 2.204 orang turun menjadi 1.219 orang pada tahun 2017.

Namun demikian sebaliknya pada jenjang pendidikan D1,2,3 pada tahun 2017 tercatat sebanyak 127 orang,  sementara pada tahun 2015 tidak ada.

Untuk kategori pendidikan sekolah Menengah Atas (SMA) kebawah mengalami peningkatan di tahun 2015 hanya terdapat 4.416 ribu, di tahun 2017 bertembah menjadi 4.820 ribu atau meningkat orang. Demikian pulah halnya dengan yang berpendidikan SMK pada tahun 2015 tercatat hanya 1.270 orang dan pada tahun 2017 bertambah menjadi 2.119 orang.

hal ini dibenarkan Kepala BPS Palopo  (Ruben) pada saat dikonfirmasi via Whatsapp, Selasa (04/12/18). Penyebab turunnya persentasi angka pengangguran dapat dilihat dari penduduk yang bekerja meningkat lebih besar daripada jumlah angkatan kerja. Indikasinya karena bertambahnya  jumlah lapangan usaha yang menyerap  peningkatan jumlah angkatan kerja.

Melihat data yang tertera, sebagian besar pengangguran berpendidikan SMA kebawah dan SMK yang meningkat jumlah penggaguran dari tahun 2015 ke 2017. Indikasi ini menunjukkan bahwa kualitas SDM sangat ditentukan oleh pendidikan baik formal maupun non formal, kurang memiliki keterampilan.

“Sehingga solusinya peningkatan keterampilan kerja melalui pembinaan melalui BLK dan pemberian modal usaha kerja, sehingga penduduk mandiri dalam menciptakan lapangan usaha,” terangnya.

Sekedar diketahui, Angka pengangguran dan angka kerja Kota Palopo di tahun 2018 sementara pihak BPS lakukan perhitungan. (John)

Komentar