oleh

Dakwaan JPU Kasus Eksekusi Lahan Sampoddo Dipertanyakan Keluarga Terdakwa

RADARLUWURAYA.com – Kasus dugaan pengrusakan di lokasi SPBU eksekusi lahan Sampoddo yang terjadi Juli 2016 lalu, sidangnya kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Palopo Selasa depan.

Dimana operator Excavator bernama Mahaluddin (44) warga Larompong dijadikan sebagai terdakwa 1, sedangkan Muh Nur Kanna alias M Nur (88) warga Bone dijadikan sebagai terdakwa II.

Hanya saja, Jumadil, kerabat dari terdakwa 1 menilai dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersebut ganjil.

Sebab, dalam dakwaan itu, terdakwa 1 didakwa sebagai orang yang menunjuk bangunan SPBU dan meminta agar dirobohkan. Dan terdakwa II didakwa sebagai orang yang melakukan pembongkaran menggunakan exskavator.

Padahal kenyataannya, terdakwa II lah yang pemenang eksekusi, sedangkan terdakwa 1 hanya sebagai operator excavator.

“Masa tuntutan jaksa, terdakwa 1 Mahaluddin yang menunjuk lokasi, padahal dia hanya operator yang tidak tau batas,” sebutnya.

Dalam eksekusi itu, kata Jumadil lagi, terdakwa melaksanakan tugasnya sesuai petunjuk pemenang melalui pengacaranya dan pihak PN Palopo dan disaksikan oleh aparat keamanan.

“Kok malah keluarga kami yang dijadikan terdakwa,” ketusnya. (Niki)

Komentar