oleh

Danramil Malili Sebut Ada Oknum Lakukan Intimidasi Jelang Pemilu, Bawaslu Sentil KPU Luwu Timur Soal Sosialisasi di Mangkutana

RADARLUWURAYA.com – Jelang pemilihan umum (Pemilu) 2019, salah satu warga Luwu Timur mengaku mendapat intimidasi dari oknum yang tidak bertanggungjawab. Pasalnya, warga tersebut harus memilih calon presiden (Capres) yang dikehendaki oleh oknum itu.

Hal itu diungkapkan, Kapten Inf. Sumaryo , Danramil 1403-15/Malili pada rapat Singkronisasi Inpoleksusbudhankam dan Kewaspadaan dalam Menghadapi Pemilu 2019 yang digelar Kesbangpol di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Kamis (4/4), kemarin.

Nampak hadir pada rapat itu, Sekda Luwu Timur, Bahri Suli, Kajari Malili, Yohannes Avilla Agus Awanto Putra. Perwira Penghubung (Pabun) Mayor Kav Suparman, Wakapolres Luwu Timur, Kompol M. Rifai, Ketua KPU Luwu Timur, Zainal, Ketua Bawaslu Luwu Timur, Rachma Atja.

Pada kesempatan itu, Kapten Inf. Sumaryo mengatakan, TNI akan menjaga netralitas dai itu sebagai harga mati.

“Netralitas adalah harga mati buat kami dan kami siap dipecat jika tidak netral pada Pemilu ini,” kata Sumaryo.

Ia juga menyampaikan pada masyarakat Luwu Timur agar takut selama itu tidak melanggar aturan dan ia juga meminta ada mengikuti hati nurani.

“Jika ingin pemili ini aman dan damai, mari kita sama-sama lawan yang melakukan intimidsasi,” ungkapnya.

Bawaslu, lanjut Sumaryo, tolong ditindaklanjuti laporang adanya warga yang merasa diintimidasi, Intimidari itu bisa ditemukan di Kecamatan Burau hingga ke warga yang tinggal di batas Sulawesi Tengah.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Luwu Timur, Rahman Atja meminta agar tidak ada yang melanggar Undang-Undang No 7 Pasal 28 dan ia juga meminta agar tidak ada politik praktis.

Rahman juga mengingatkan para kepala desa agar tidak memihak ke salah satu capres. “Kami sudah menerima laporan terkait kepala desa yang menghadiri kampanye capres nomor urut 1 dan itu sementara kami proses,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung KPU Luwu Timur terkait penyelenggara pemilu di Kecamatan Mangkutana, dalam sosialisasi itu justru mengsosialisasikan calon tertentu.

“Kami juga sudah menerima laporan itu dan kami melakukan investigasi untuk mencari kebenarannya,” terangnya. (Ani)

Komentar