oleh

Datangi Kejaksaan, Aliansi Gempa Ungkit Kasus Lama

RADARLUWURAYA – Sejumlah mahasiswa dari berbagai lembaga eksternal kampus menggelar unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Palopo.

Mereka menuntut penuntasan sejumlah kasus korupsi yang mengendap di Kejaksaan Negeri Kota Palopo. Aliansi yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Palopo (Gempa) ini, diketahui berasal dari Organisasi Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu (IPMAL), Ham Lutim, LMND, HMI-MPO, PMII dan IMM, PMKRI, GMKI, BEM STIEM, BEM STIKIP Muhammadiyah, HAM BASTEM, dan HMRI.

Dalam selebaran yang diterima redaksi radarluwuraya.com, tercatat 7 tuntutan para mahasiswa ini. Beberapa diantaranya adalah kasus lama. Seperti kasus dugaan korupsi mantan ketua KPUD Palopo. Kasus ini mulai mencuat sejak tahun 2013 lalu.

BACA JUGA : Wadek FH Unanda : Korupsi Lebih Kejam dari Terorisme

Kasus lain yang disorot oleh aliansi gempa adalah kasus dugaan korupsi pengadaan pipa teluwanua. Kasus ini mencuat di tahun 2016 silam. Sedangkan kasus jalan lingkar barat yang juga disorot mahasiswa, saat ini sudah mulai disidangkan.

Selain unjukrasa di Kantor Kejari, Massa aksi juga melakukan orasi di melakukan demonstari di depan Mapolres dan kejaksaan Negeri Kota Palopo, Senin (10/12/18).

Dalam orasinya, demonstran juga meminta kepada Mabes Polri dan Kejagung RI untuk segera mengevaluasi kinerja para pejabatnya yang ada di Kota Palopo. Itu karena dinilai banyak kasus yang mengendap pada proses penyelidikan, khususnya di Kejari Palopo.

BACA JUGA : Mahasiswa Desak Tuntaskan Kasus DID Luwu Utara

”Evaluasi pihak kejaksaan negeri dan kepolisian palopo, karena banyak kasus yang diduga mengendap di kejari dan polres Palopo,” ungkap salah seorang demonstran dalam orasinya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kejari Palopo Greafik Loserte menyebutkan, pihaknya saat ini hanya menangani dua kasus dugaan korupsi. Yang pertama adalah dugaan korupsi dana hibah masjid agung, dan kasus dugaan korupsi mantan Ketua KPUD Kota Palopo.

”Kami juga telah memberikan petunjuk penyidikan untuk mantan Ketua KPUD Palopo di Polres Kota Palopo. Tapi syarat formil dan materilnya belum terpenuhi, makanya kami belum bisa tersangkakan,” kata Greafik. (john)

Komentar