oleh

Demonstrasi Tuntut Pemekaran Provinsi Tana Luwu Berakhir Ricuh

RADARLUWURAYA.com- Dua orang mahasiswa menjadi bulan-bulanan Satpol PP Kota Palopo, itu saat sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa pemekaran provinsi Tana Luwu mencoba menerobos masuk ke kantor Wali Kota Palopo.

Dua mahasiswa yang berhasil masuk malah jadi sasaran empuk Satpol PP yang bertugas mengamankan kantor Wali Kota Palopo, Rabu (23/1) sore ini.

Untungnya polisi cepat mengamankan mahasiswa ini. Aksi unjuk rasa menuntut pemekaran provinsi Tana Luwu dan pemekaran Kabupaten Luwu Tengah berakhir ricuh.

Mereka kesal lantaran tidak berhasil menemui Wali Kota Palopo, HM Judas Amir. Sebelumnya, ratusan mahasiswa ini berorasi di depan kantor Wali Kota Palopo. Mereka berniat menemui Wali Kota Palopo untuk menananda tangani petisi persetujuan pemekaran Provinsi Tana Luwu.

Aksi lempar botol dan batu tak terelakkan, mahasiswa melemparkan botol dan batu ke arah kantor wali kota Palopo yang dibalas dengan tembakan gas air mata dari Polres Palopo.

Hingga sore ini, situasi kembali kondusif, setelah Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah SIk memerintahkan agar aksi lempar batu tersebut dibubarkan.(*)

Komentar