oleh

Dheny Patungka, Sosok Master Digital Surreal Berdarah Sunda-Lawu yang Mendunia

RADARLUWURAYA.com – Kali ini saya akan berbagi kepada kalian tentang sosok Dheny Patungka, adalah seorang digital artist yang karyanya banyak menginspirasi banyak orang. Ia lahir di Bandung , Indonesia.

Tidak hanya photoshop, tetapi ia juga sangat menyukai dunia fotografi. Ia menciptakan fotorgafi yang surealis. Karyanya yang sangat indah dan terkesan sangat nyata, banyak orang yang menjadikannya sebagai salah satu inspirator dalam pembuatan manipulasi.

Efek-efek cahaya, penataan bayangan serta pemakaian brus yang apik, menghasilkan karya yang sangat indah. Sebagai seorang master digital imaging, ia tidak sungkan-sungkan berbagi ilmunya kepada orang lain.

Ia sering mengadakan workshop olah digital di berbagai kota di Indonesia. Selain melakukan workshop ke berbagai kota, ia juga berbagi ilmunya lewat sosial media.

Banyak sekali tutorial-tutorial Dheny Patungka di internet. Selain tutorial, ia juga membagi apa yang ia bisa lewat youtube , instagram, serta facebook.

Telah banyak mengispirasi banyak fotografer untuk membuat artwork dan photo manipulation dengan menggunakan photoshop.

Selain itu, masih ingat dengan foto artistik bergaya tak biasa (surreal) yang menggambarkan Tata Janeeta berada di peti mati sembari dipeluk sang suami, Mehdi Zati?

Foto Tata Janeeta dan Mehdi Zati tersebut sempat membuat heboh dunia fotografi karena ekspresinya yang dinilai sempurna.

Salah satu Karya Surreal Dheny Patungka, Model; Tata Janeeta berada di peti mati sembari dipeluk sang suami, Mehdi Zati. (Istimewa)

Dheny Patungka, si fotografer yang mengabadikan pose Tata Janeeta dan Mehdi Zati, mengaku tak membutuhkan waktu lama untuk membuat karya artistik seperti potret milik eks personel Mahadewi itu.

Di jagat sosial media nama Dheny Patungka sudah dikenal luas karena karya-karyanya. Ia merupakan seorang Photographer & Digital Artist yang terkemuka di industri fotografi dunia.

Selain fokus dengan foto artistik, Dheny Patungka juga pernah dinobatkan sebagai World’s Top5 Illustrative & Creative Photographer pada 2016 lalu, Ia pernah menjadi juri dalam kontes fotografi bertaraf international. Dheny juga menjadi mentor dan pembicara dalam konferensi fotografi international di berbagai negara besar di dunia.

Melihat karya kreatifnya dengan seksama kita seperti dibawa ke dunia dongeng yang begitu sensasional. Foto fantasi dan surreal art menjadi ciri khas dari photo composite yang diciptakan oleh Dheny Patungka.

Tak banyak yang mampu mengolah foto sedemikian dahsyat sepertinya. namun dengan ide-ide kretif yang terus mengalir, Dheny Patungka mengaku tak pernah kehabisan ide untuk membuat karya-karya barunya

Namun tak hanya tenar di sosial media eperti Instagram, ia juga cukup populer di industri fotografi dunia. Bahkan beberapa waktu lalu, Dheny sempat menggelar seminar fotografi di Amerika dan beberapa negara lain di Eropa.

Sampai saat ini, Dheny Patungka mengaku sudah menghasilkan lebih dari 5000 photo composite bergenre surreal, fantasy, portrait dan masih banyak lagi.Yang menarik lagi adalah kemampuan pria berdarah Sunda-Lawu ini didapat secara otodidak alias belajar sendiri.

Dengan latar belakang sebagai seorang fotografer, membuat Dheny cukup familiar dengan sejumlah teknik yang tersedia dalam program Photoshop.Kemampuan yang mempuni ditambah kreativitas tingkat tinggi, rasanya tak sulit bagi Dheny ketika harus merekayasa sebuah foto.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pianis ini terbilang sering menularkan ilmunya melalui sejumlah workshop. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di negara lain sepreti Amerika Serikat, Meksiko, Italia, Uni Emirat Arab dan Singapura.

“Biasanya dalam workshop saya lebih mengajarkan bagaimana mengolah foto basic menjadi luar biasa, kita lebih fokus pada shooting dan post processing, mengajar kan bagaimana mebuat foto biasa menjadi masterpiece,” ucapnya.

Kedepannya Dheny akan terus berkarya tanpa mengenal kata bosan. Ia juga berharap nantinya industri fotografi Indonesia akan semakin berkembang dan melahirkan bibit-bibit kreatif yang baru. (*)

Komentar