oleh

Diamankan Polisi, Pelaku Pembunuhan PNS Terancam Hukuman Seumur Hidup

RADARLUWURAYA.com — Polres Kendari mengerahkan anggota Buser 77 Sat Reskrim Polres Kendari untuk mengungkap peristiwa pembuhunuhan yang dialami Kabid Promosi Dinas Pariwisata Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Abu Saila alias Aditia.

Alhasil, aparat Kepolisian Polres Kendari berhasil menangkap pelaku Achfi Suhasim, alias Afid (29), Minggu (21/7) sekira pukul 16.00 Wita di jalan Abunawas, Kelurahan Bende, Kecamatan Bende, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Pelaku sudah lama saling kenal dengan korban, sehingga saat itu mereka janjian untuk ketemu di suatu tempat. Namun saat korban menjemput pelaku, diatas mobil korban, pelaku mengeluarkan badik dan menikam korban karena merasa dilecehkan,” ungkap Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaedi kepada wartawan.

Disebutkannya, setelah menghabisi nyawa korban, pelaku kemudian membuang mayat korban diatas saluran air di Jalan Syeh Yusuf, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga.

Kemudian pelaku melarikan diri menggunakan mobil korban, dengan membuang barang bukti badik di tepi teluk Kendari depan asrama dayung dan meninggalkan mobil korban di depan SMA Negeri 9 Kendari, Kelurahan Benu-benua.

Atas perbuatannya, pelaku saat ini mendekam disel tahanan Polres Kendari.

Pelaku dikenakan pasal 338 dan 340 KUH Pidana tentang tindak pidana pembunuhan berencana, dengan ancaman pidana seumur hidup.

Sebelumnya, warga kota kendari, Minggu (21/7/2019) pagi digegerkan dengan penemuan sosok mayat laki-laki di jalan syeh yusuf kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga.

Korban bernama Abu Saila alias Aditia, dilaporkan hilang oleh keluarganya pada sabtu malam sekitar pukul 20.00 wita.

Sekitar pukul 24.00 wita, Istri korban, melaporkan suaminya ke polisi karena belum kembali kerumah, yang sebelumnya meminta izin keluar rumah untuk membayar tagihan listrik.

Setelah diotopsi tim dokter rumah sakit bhayangkara kendari, korban langsung dibawa dikediamannya di kompleks perumahan BTN Beringin blok H No 16, dan akan dimakamkan di Ambaipua Konawe Selatan.

Dalam hasil otopsi tersebut, disejumlah bagian tubuh korban, ditemukan luka besar akibat tusukan benda tajam. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *