oleh

Diduga Cabuli Anak Kandungnya, Oknum Caleg PKS Diminta Serahkan Diri

RADARLUWURAYA.com – Seorang oknum calon legislatif (caleg) asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan ke polisi terkait dugaan pencabulan. Oknum caleg tersebut disebut mencabuli anak kandungnya sendiri.

Kasus itu juga telah beredar di berbagai pemberitaan media massa. Namun, pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sumbar belum mau berkomentar banyak. Pasalnya, kejadian tersebut sudah ditangani pihak kepolisian. Apalagi, caleg terlapor juga melarikan diri.

“Saya sedang di luar kota. Belum dapat rinciannya (kasusnya) seperti apa,” terang Ketua DPW PKS Sumbar Irsyad Syafar saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (13/3).

Irsyad mengatakan, dalam hukum Islam, tuduhan perbuatan zina mesti disaksikan oleh empat orang saksi. Para saksi tersebut betul-betul menyaksikan seperti pedang masuk ke dalam sarungnya. Atau, pelaku sendiri yang mengakui perbuatannya.

“Tapi, secara bernegara, prosesnya tentu sepenuhnya di tangani pihak kepolisian. Kami (PKS) sebagai partai Islam memandangnya demikian,” tambah Irsyad.

BACA:

Bejat!!! Oknum Caleg PKS Dilapor Cabuli Anak Kandungnya Selama 14 Tahun

 

Secara hukum, PKS memastikan tidak akan melindungi yang bersangkutan. Apalagi jika benar terbukti melakukan tindakan cabul.

“Kabarnya dia (oknum caleg cabul, Red) kabur. Kami harap serahkan diri saja, biar jelas. Kalau difitnah atau benar (melakukan) nanti bisa ketahuan sendiri,” pintanya.

Menurut Irsyad, oknum caleg berinisial AH itu bukan kader PKS. Namun, rekrutan partai untuk pencalegan. “Tapi dari informasi, dia baik di tengah masyarakat. Itu (perbuatan cabul) kan sifatnya privasi. Tentu kami tidak terlalu detail mengenal sampai ke situ,” katanya.

Sebelumnya diberitakan JawaPos.com, seorang oknum caleg asal PKS di Kabupaten Pasaman Barat dilaporkan ke polisi. Caleg berinisial AH dilaporkan keluarga sendiri. Dia diduga mencabuli anak kandungnya. Bahkan, sudah berlangsung 14 tahun lamanya.

Laporan tersebut masuk ke pihak kepolisian pada 7 Maret 2019. Informasinya, korban yang diketahui berinisial CA, 17, baru melaporkan perilaku bejat ayahnya setelah bercerita kepada neneknya. (RadarLuwuRaya/Jawapos)

Komentar