oleh

Diduga Kakek Berusia 69 Tahun di Lutim Cabuli Cucunya Setiap Malam

-HUKUM-3.984 views

MANGKUTANA, RADARLUWURAYA.COM– Kepolisian Sektor (Polsek) Mangkutana terpaksa harus mengamankan seorang kakek berusia 69 tahun berinisial (PT) atas dugaan perlakuan pencabulan terhadap cucu perempuannya AS (14) yang masih duduk di bangku salahsatu SMP di Kabupaten Luwu Timur.

Hal tersebut di ketahui setelah pihak sekolah yang tak lain adalah Wali kelas korban melakukan pengamatan terhadap tingkah laku korban yang berubah secara signifikan yang malas kesekolah hingga akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk melakukan introgasi khusus terhadap korban di sekolah.

Dari hasil interogasi tersebut, AS mengaku telah menjadi korban pencabulan yang di duga dilakukan oleh kakeknya sendiri yang tinggal serumah dengan korban di Talikawat, Dusun Lompobangke, Desa Tadulako, Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur.

“Korban menyampaikan kepada pihak guru terkait perbuatan pencabulan yang dilakukan oleh Pelaku (Kakek Korban) dengan Cara Menggosok Kemaluan Pelaku di bagian Paha korban” Kata Kapolsek Mangkutana, AKP Moh. Jamal. Sabtu 7/03/2020.

Parahnya, korban mengaku bahwa perlakuan bejat tersebut sudah beberapa kali ia alami sejak ia tinggal bersama pelaku. bahkan setiap malam saat dia istirahat, korban terkadang baru menyadari saat dia terbangun dan menemukan cairan mani pelaku ada dipaha korban.

Sehubungan dengan kejadian tersebut, pihak sekolah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial dan Pihak Kepolisian Sektor Mangkutana sehingga Polisi Langsung mengamankan pelaku di Mako Polsek untuk dilakukan Pemeriksaan.

Saat ini korban sementara di dampingi oleh Muhammad Yuda, S.Pd (Tim Pendamping Hukum) Bidang Perlindungan Perempuan Dan Anak Dinas Sosial .Luwu Timur,, sedangkan pelaku sementara menjalani pemeriksaan di Polsek Mangkutana, namun pelaku saat ini pelaku belum mengakui terkait perbuatan Cabul yg dilakukan terhadap pelapor (korban).

Untuk diketahui, Korban adalah cucu tiri pelaku dimana orangtua korban meninggalkan korban untuk merantau dan tinggal bersama pelaku sejak september 2019 hingga saat ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *