oleh

Dilanda Banjir, Puluhan Hektar Sawah di Kalaena Terancam Gagal Panen

RADARLUWURAYA.com – Akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi, membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu Timur dilanda banjir, salah satunya di Kecamatan Kalena, Senin (29/4).

Selain intensitas curah hujan yang tinggi, banjir ini juga akibat dari luapan suangai Kalaena yang tak mampu menampung debit air hujan.

Berdasarkan informaasi yang dihimpun dari Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur, banjir kali ini merendam sejumlah Desa di wilayah tersebut, bahkan rumah warga, termasuk jalan dan fasilitas umum lainnya.

Selain itu, puluhan hektar sawah milik petani pun dilaporkan terendam banjir, bahkan terancam gagal panen.

Menurut BPBD Kabupaten Luwu Timur, tercatat ada 4 Desa di Kecamatan Kalena yang terendama Banjir.

“Diwilayah itu masyarakatnya didominasi petani, setidaknya sekitar 50 hektar sawah ikut terendam dan terancam gagal panen,” kata Kepala BPBD Luwu Timur, Sabur melalui Kepala Bidang Kedauratan dan Logistik, H Djunarmi kepada Wartwan, Senin (29/4).

Data sementara, empat Desa yang dilaporkan terendam, yakni Desa pertasi , Desa Argomulyo, Desa Sumber Makmur dan Sumber Agung.

Dari empat Desa tersebut, dua Desa diantanya sangat Parah , “yang parah berada di Desa Sumber Agung dan Desa Sumber Makmur, tercatat di Desa ini ada sekitar 769 jiwa telah di evakuasi,” katanya.

Sementara data rumah warga yang ikut terendam yang baru dilaporkan sementara mencapai 187 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 769 jiwa dari dua Desa yakni Sumber Agung dan Sumber Makmur di Kecamatan Kalaena.

“Ini masih data sementara, saat ini masih di lakukan evakuasi untuk warga yang masih terjebak dari dua desa itu,” imbuh Djunarmi.

Selain itu, puluhan Hewan ternak milik warga dilaporkan juga ikut hanyut dibawa arus banjir.

“Ada beberapa hewana ternak waraga juga ikut di bawah arus banjir,” tambanhya.

Secara terpisah, Camat Kalena Alimuddin Bahtiar saat dikonfirmasi membenarkan jika sejumlah Desa, temasuk jalan umum dan fasilitas umum serta hampir semua persawahan milik warga terendam banjir.

“Saat ini dibeberapa desa air masih menggenangi rumah warga. Ya masih ada yang terendam, bahkan jalan desa juga terendam. Sebagian warga mengungsi,” jelasnya.

Akibat banjir ini, fasilitas umum yang ikut terendam banjir yakni dua sekolah masing-masing areal SMA dan SD di wilayah itu.

Akibatnya, pihak Sekolah terpaksa harus meliburkan siswanya akibat banjir yang setinggi 1 meter, yang meluap sejak pukul 07:00 wita, Senin (29/04) kemarin.

Disebutkannya, banjir mulai terjadi pada minggu (28/4) malam akibat hujan deras melanda, sehingga pada pagi hari air meluap setinggi satu meter.

“Sekolah Dasar (SD) sama Sekolah Menega Atas (SMA) Negri 9 Luwu Timur terpaksa diliburkan sementara waktu, karna terkena dampak banjir,” tambahnya.

Untuk itu, Camat Kalaena menghimbau warganya untuk mengungsi sementara waktu diwilayah yang tidak terkena dampak banjir. (*)

Komentar