oleh

Diminta Ubah Nama Gerakan, Neno Warisman: Namanya Ganti Presiden Tetap Ganti Presiden


RADARLUWURAYA.com – Aktivis gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman tak mau mengubah nama yang gerakannya menjadi #2019PrabowoSandi. Alasannya, gerakan yang digagasnya itu telah ada sebelum munculnya nama pasangan capres dan cawapres.

“(Namanya) Ganti presiden tetap ganti presiden,” cetus Neno ditemui usai menyambangi Fadli Zon di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8).

Dia pun menilai, gerakan #2019GantiPresiden lebih dahulu dikenal seluruh masyarakat Indonesia dibanding nama lain. Menurut Neno, gerakan ini telah memberikan edukasi positif kepada masyarakat.

“Tingkat dikenalnya sudah lebih 60 persen, dan disukai lebih dari 54,7 persen. Ini saya kira suatu hal yang baik ini juga bisa jadi kontrol sosial,” ucapnya.

Lebih lanjut, Neno mengaku tak akan mundur meski selama ini gerakannya justru terus mendapat pertentangan dan ancaman dari banyak pihak. Dirinya menilai, gerakan yang digagasnya itu telah tepat. Sebab, gerakan itu hanya sekadar untuk menyampaikan aspirasi saja.

“Seperti yang dikatakan undang-undang bahwa kita masyarakat dan warga negara punya hak. Dan, itu melekat kepada diri sendiri, bahwa kita punya hak untuk menyuarakan pendapat kita untuk berserikat dan berkumpul,” pungkasnya.

Kendati demikian, ia mengaku belum bisa menjelaskan lebih detil daerah mana selanjutnya yang akan diadakan untuk deklarasi ganti presiden. Namun yang pasti, gerakan itu akan tetap terus berjalan.

Sebagaimana diketahui, Neno memang sempat mengalami penghadangan oleh massa yang diduga bayaran saat melakukan aksi gerakan #2019GantiPresiden di Riau, Sabtu (25/8).

Dia pun sempat tertahan selama 7 jam di bandara setempat. Sampai akhirnya sejumlah aparat keamanan memutuskan untuk memulangkan Neno kembali ke Jakarta.(jpnn/tiara)

Komentar