oleh

Dinas Pariwisata Palopo Acuhkan Permohonan Sekretariat KMAP

RADARLUWURAYA – Pengunjung lapangan Pancasila Kota Palopo pasti sudah tidak asing lagi dengan pertunjukan musik bebas ala Komunitas Musik Alternatif Palopo atau biasa di sebut KMAP.

Komunitas musik alternatif Kota Palopo ini sudah berdiri sejak Bulan April 2018 kemarin dan sukses menjalankan kegiatan rutin nya yakni memberikan sembako bagi masyarakat Kota Palopo yang kurang mampu tiap dua bulan sekali melalui penggalangan dana yang digelar setiap malam minggu nya.

“Kami sengaja membentuk komunitas musik ini untuk menambah minat musik pemuda-pemudi Kota Palopo dan juga untuk membantu keluarga yang kurang mampu khususnya yang ada di kota palopo,” tutur Ketua KMAP, Sabri saat ditemui di lapangan pancasila (11/11/2018) malam.

Diakuinya, KMAP saat ini masih terkendala masalah keberadaan sekretariat untuk aktivitas komunitas ini. Sehingga alat-alat musik yang KMAP biasanya digunakan hanya di simpan di kost milik personil KMAP.

Bahkan salah satu personil KMAP juga menyebutkan, jika pihak mereka sudah mengajukan proposal kepada Dinas Pariwisata Kota Palopo untuk di pinjamkan tempat digunakan sebagai sekretariat di gedung kesenian yang masih kosong. Namun gedung kesenian tersebut saat ini masih ditempati Forpa sebagai tempat penampungan pengungsi korban bencana alam yang terjadi di Lombok.

“Tunggu sampai dua bulan, karna masih ada organisasi forpa yang menempati untuk korban bencana lombok,” Jelas salah satu Staf Dinas Pariwisata Kota Palopo, Ridho, Selasa (23/10/2018) lalu.

Lebih jauh diakui Ketua KMAP Kota Palopo, saat ini sudah dua bulan berlalu, namun tidak ada konfirmasi dari Dinas Pariwisata Kota Palopo untuk meminjamkan tempat kepada KMAP untuk digunakan sebagai sekretariat.

“Kami berharap, ini bisa menjadi perhatian Pemerintah karna anak muda butuh tempat untuk berkreatifitas,” harap Sabri. (ryn)

Komentar