oleh

Diresmikan Mendag RI, Unit Metrologi Legal Luwu Timur Segera Terwujud

RADARLUWURAYA.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur tengah berupaya mewujudkan Unit Metrologi Legal (UML) di tahun 2019.

Adapun tugas UML tersebut adalah untuk melakukan Tera dan Tera Ulang alat UTTP (Ukur, Timbang, Takar dan Perlengkapan), baik di Pasar, Toko Modern, Kantor Pos, dan Perusahaan atau seluruh kegiatan yang menggunakan alat UTTP.

Hal ini dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada konsumen terkait kebenaran alat ukur.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Luwu Timur, Rosmiyati Alwy saat dikonfirmasi melalui pesan Whatshappnya, Kamis (21/3).

“Sambil menunggu ketercukupan SDM penera Luwu Timur, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Luwu Timur berupaya melakukan percepatan Penilaian UML, dengan mendiklatkan petugas penera tahun ini,” ungkap Rosmiaty.

Pembentukan UML ini dilakukan Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah,kewenangan pelaksanaan Tera/Tera Ulang diberikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang harus terbentuk pada tahun 2019 ini.

Tak hanya itu, hal ini juga sebagai tindak lanjut atas peresmian UML oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Enggartiasto Lukita yang ditandai dengan Penandatanganan Prasasti untuk 241 Kabupaten/kota Se Indonesia, salah satunya Kabupaten Luwu Timur, Rabu (20/03/2019) kemarin, di Lapangan Gasibu Bandung, bertepatan dengan peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2019.

Sejumlah pejabat di jajaran Kementerian Perdagangan RI, Jajaran Gubernur Jawa Barat, Bupati/Wabup se-Indonesia dan Kadis Perdagangan se-Indonesia hadir dalam acara ini.

“Sebagai penunjang yang lain, telah menyiapkan peralatan Kemetrologian melalui APBD TA. 2018 dan Gedung Metrologi yg akan di bangun Tahun 2019, serta kendaraan operasional Kemetrologian roda 4 dan 2 melalui DAK TA. 2019,” beber Rosmiyati.

Lebih jauh dungkapkannya, SDM Penera diharapkan secepatnya bisa tercukupkan. Sehingga tidak perlu melakukan kerjasama dengan daerah lain.

Dengan demikian, saat ini Kabupaten Luwu Timur membutuhkan tenaga sekitar 2 sampai 3 orang ASN yg berkualifikasi D3 MIPA atau S1 Teknik untuk di rekrut sebagai calon tenaga Penera yang akan mengikuti Diklat Penera pada Triwulan 3 tahun ini.

“S1 Hukum untuk calon PPNS Bidang Perlindungan Konsumen dan Bidang Kemetrologian,” pungkas Rosmiyati. (Hms)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *