oleh

DPRD Lutim Gelar RDP Pasca Tewasnya Warga Malili Akibat Miras, Ini Rekomendasinya

RADARLUWURAYA.com – Pasca mendapatkan informasi terkait adanya dua warga Luwu Timur yang meninggal dunia akibat minuman keras (miras) di Kecamatan Malili membuat DPRD Luwu Timur merasa terpukul.

Hal ini langsung ditanggapi serius DPRD Luwu Timur melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) Lintas Komisi yang digelar, Selasa (11/6) dalam rangka mengevaluasi implementasi Peraturan Daerah (perda) terkait miras yang pernah dibahas dan disahkan beberapa tahun lalu di Kantor DPRD Luwu Timur.

Dalam RDP ini hadir Wakil Ketua I DPRD, H.M. Siddiq BM, Ketua Komisi I, H.M. Sarkawi A. Hamid, Anggota DPRD, Abdul Munir Razak, I Made Sariana, KH. Abdul Azis Rajmal, H. Imam Muhajir, Pieter K.P, Idrus, Tugiat, Rully Heryawan, Syahruddin, Asisten I Bidang Pemerintahan, Dohri Ashari, Kasatpol-PP, Indra Fauzi, Kadisdagkop dan UKM, Rosmiyati Alwy, BNK Luwu Timur, termasuk seluruh Camat se- Kabupaten Luwu Timur.

Ketua Komisi I, H.M. Sarkawi A. Hamid dalam kesempatan ini mempertanyakan implementasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2017 soal pengendalian, pengawasan, dan penertiban terhadap produksi peredaran dan penjualan minuman beralkohol.

Selain itu, Sarkawi juga menyayangkan perdanya belum ditindaklanjuti dengan peraturan bupati. Dalam perda disebut pula tim terpadu sebagai pengusul penertiban juga belum terbentuk.

“Intinya kita harus lebih tingkatkan pengawasan dan penertiban para pedagang minuman beralkohol,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Satpol-PP Indra Fauzi menunjukkan bukti foto pembubaran pesta miras
Dalam RDP. Kasatpol-PP, Indra Fauzi mengatakan, dirinya pada tanggal 3 Juni 2019 telah menugaskan tim dan berhasil membubarkan pesta miras yang berlokasi di Desa Baruga Kecamatan Malili.

Sambil menunjukkan bukti foto sewaktu korban masih hidup saat pembubaran pesta miras, Indra menegaskan Satpol-PP masih terus berpatroli hingga selesai lebaran.

Melalui kesempatan itu pula, dirinya meminta peran serta masyarakat untuk proaktif dalam memberikan informasi terkait pelaporan ataupun terindikasi adanya peredaran miras di wilayahnya masing-masing.

“Kami telah melakukan tugas, tapi memang kejadian seperti ini apa boleh buat ini masih menjadi tanggungjawab kami,” kata Indra.

Sementara Plt Camat Malili, Nur Syaifullah Rahman mengatakan, para pecandu alkohol dan pelaku penyalahgunaan obat-obatan terlarang terindikasi jauh dari pengaruh agama.

Dirinya mengusulkan kepada para pelaku pecandu miras dan juga masyarakat untuk kembali mendekatkan diri dengan agama dalam rangka perbaiki hati.

Menurutnya, dengan hati yang bersih dan niat yang baik, godaan yang menyimpang dari agama akan dihindari.

“Berikhtiar mari kembali mendekatkan diri pada agama,” kata Syaifullah.

Untuk diketahui, RDP ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, H.M. Siddiq BM. Dalam kesempatan ini pihaknya merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur agar segera membentuk Peraturan Bupati.

Hal ini sebagai bentuk tindak lanjut atas keberadaan Perda Nomor 3 Tahun 2017 soal pengendalian, pengawasan, dan penertiban terhadap produksi peredaran dan penjualan minuman beralkohol dengan membentuk tim terpadu, dan sekaligus memperbaiki hati dengan pendekatan agama di Luwu Timur.

“Pengawasan perlu ditingkatkan, dan terlebih lagi kita perlu memperbaiki hati dan niat para pelaku agar tidak mengulangi,” jelas Siddiq. (Tom/Hms/Ale)

Komentar