oleh

DPRD Lutim Rekomendasi Bangun Jalan Beton dan Jembatan Permanen Di Mahalona

RADARLUWURAYA.com – Komisi III DPRD Kabupaten Luwu Timur gelar rapat dengar pendapat (RDP) di Kantor DPRD, Selasa (11/6).

RDP itu terkait Pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat pasca banjir dan longsor yang terjadi di dua wilayah transmigrasi Mahalona, Kabupaten Luwu Timur.

Adapun hasil RDP itu, Komisi III DPRD Luwu Timur menyarankan pembangunan jalan beton di jalur dua wilayah transmigrasi mahalona.

Hal itu diungkapkan pimpinan rapat yakni Ketua Komisi III, Herdinang. Menurutnya, pengerasan jalan di wilayah transmigrasi sudah tidak cocok lagi.

Lebih jauh Herdinang menyebutkan, berdasarkan aspirasi masyarakat transmigrasi Mahalona, jika pengerasan jalan ataupun pengaspalan jalan yang dibangun maka tidak akan bertahan lama.

Sebab kata dia, pembangunan jalan beton paling sesuai dengan struktur tanah di wilayah tersebut.

“Hanya sekali anggaran untuk beton maka 10 tahun bisa terpakai, dari pada berkali-kali anggaran untuk pengerasan yang tidak sampai setahun sudah hancur kembali,” jelas Herdinang.

Untuk itu kata dia, jika diliat dari anggaran, biaya pemeliharaan akan lebih besar daripada anggaran pokoknya. Sehingga dirinya menyarankan kepada Kadis Transmigrasi bersama Dinas PU memberi saran kepada kementerian agar pembangunan jalan beton bagi jalur dua wilayah transmigrasi.

Hal ini lebih efektif daripada pengerasan jalan yang sifatnya hanya sementara.

“Tolong kami diberitahu jika ada orangnya dirjen dari kementerian datang meninjau, kami ingin memberinya saran langsung,” tandas Herdinang.

Menanggapi hal itu, Kadis Transmigrasi Kabupaten Luwu Timur, Firnandus Ali mengatakan, sesuai SOP bidang transmigrasi merinci bahwa kondisi terakhir belum memungkinkan untuk diaspal. Sehingga harus ditingkatkan terlebih dahulu.

Dikatakannya pula, bahwa pihak dirjen dari kementerian sendiri pernah menjanjikan untuk pengaspalan apabila jalan akses provinsi 6 km hingga ujung batas Provinsi Sulawesi Tengah telah lancar.

Dalam RDP ini pula dibahas terkait pembangunan jembatan darurat pasca robohnya jembatan yang menghubungkan antara SP4 dan SP1.

Sekretaris Dinas PUPR Luwu Timur, Syahrir mengaku dirinya telah meninjau bersama Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler dan rombongan lainnya hingga daerah transmigrasi mahalona SP4.

Kemudian diputuskan melalui rapat, pemerintah daerah akan membangun jembatan darurat hanya untuk motor dan pejalan kaki dari SP4 ke SP1.

Selain dikarenakan jembatan utama roboh pasca banjir, dibangunnya jembatan darurat dengan pertimbangan Jalan alternatif yang ada terlalu jauh.

“InsyaAllah dalam 2 minggu ini jembatan darurat selesai.” ungkap Syahrir.

Sekedar diketahui, dalam RDP ini DPRD Luwu Timur berharap kepada Pemda untuk segera membangun jembatan permanen, sehingga dapat digunakan oleh warga transmigrasi.

Dalam RDP ini, hadir pula anggota komisi III lainnya yakni Najamuddin, Leonar Bongga, KH Suardi Ismail, Andi Endy B. Shin Go, I Wayan Suparta, Sekretaris Dinas PUPR, Syahrir, Kadis Tansmigrasi, Tenaga Kerja dan Perindustrian, Firnandus Ali, termasuk BPBD, dan Bappeda. (Tom/Hms/Ale)

Komentar