oleh

DPRD LUWU TIMUR Hearing PT PUL, Ini Masalahnya

RADARLUWURAYA.com – Komisi III DPRD Luwu Timur melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT. Prima Utama Lestari (PUL), Jumat (22/3). RDP tersebut terkait aktivitas penambangannya di Luwu Timur.

Hadir dalam RDP tersebut, Wakil Ketua DPRD H.M. Siddiq BM, Ketua Komisi III DPRD Luwu Timur Herdinang, Anggota Komisi 3, KH. Suardi Ismail, Andi Endy B. Shin Go, Hendra Adiputra Hatta, Leonar Bongga, Humas, Kepala Teknik Tambang, Legal dan HRD PT. PUL, Dinas Transnakerin, DLH, DPMPTSP, Dishub, Bagian Hukum Setda.

Pada RDP itu, Ketua Komisi III, Herdinang mempertanyakan tenaga kerja lokal dan kantor perusahaan dan mendesak PT PUL untuk segera membangun kantor permanen di Malili. Dirinya menyindir PT PUL yang hingga saat ini kantornya masih kontrak.

 

BACA:

Dr Alauddin Sp.An, MKes Terpilih Jadi Ketua IDI Luwu, Ini Kata Basmin Mattayang

 

“Saya minta agar PT PUL membangun kantor. Perusahaan ini kan perusahaan besar,” kata Herdinang.

Herdinang meminta PT PUL fokus kepada tenaga kerja dan jaminan reklamasi lahan daripada hanya sekadar berwacana. Saat ini perusahaan telah mempekerjakan 46 orang tenaga non skill masyarakat lokal. Pihak Legal dan HRD PT PUL mengklaim persentase jumlah tenaga lokal mencapai 90%.

Sebelumnya, PT PUL berencana akan membangun smelter. Namun, Komisi III menganggap itu hanya sekedar wacana.

 

BACA: 

Relawan Jokowi Palopo Protes Simulasi Pilpres yang Digelar Polres

 

Jaminan reklamasi juga menjadi sorotan. DPRD Luwu Timur merekomndasikan sebelum PT PUL melakukan aktivitas tambang harus memiliki Jamrek. Hal tersrebut untuk meminimalisir dampat lingkungan yang mungkin terjadi.

Namun kewenangan penentuan jamrek menjadi bagian dari Dinas ESDM Provinsi Sulsel. Olehnya itu, DPRD Lutim meminta pemda agar berkoordinasi dengan pihak pemerintah provinsi terkait hal ini.

Sekedar diketahui, PT PUL sendiri mulai beroperasi di Luwu Timur sejak tahun 2011, dan terhenti beroperasi tahun 2012. Tahun 2018 telah berganti manajemen dan mulai kembali beroperasi hingga sekarang. (*)

 

BACA: 

Remaja di Luwu Utara Ini Hamil Empat Bulan, Tak Disangka Pelaku Seorang Pendeta

 

Komentar