oleh

Dua Balita Jadi Korban Kebakaran Di Palopo

RADARLUWURAYA.com – Naas dialami oleh dua balita di Kelurahan Surutangga, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo. Tubuh mereka mengalami luka bakar saat rumah yang dihuninya terbakar, Rabu (3/7).

Untungnya, dua balita yang terjebak di dalam rumah segera diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Itu setelah dinding rumah dijebol paksa. Dua balita tersebut masing-masing bernama Ardil (4) dan Muh Alam Pratama (3).

Informasi dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Palopo, Muh Rais, setelah menerima informasi dari masyarakat, petugas Damkar langsung menuju TKP sekira pukul 07.38 Wita. Ada enam unit mobil Damkar dikerahkan.

Di TKP, ada dua rumah yang terbakar di RT 01/RW 02 di Jalan Andi Tendriajeng. Masing-masing rumah milik Nurdiana alias Nenek Cambo (51) dan Suwandi (28) anak kandung dari Nenek Cambo.

“Penyebab belum diketahui, namun berdasarkan keterangan dari masyarakat, api berasal dari dapur,” katanya.

Sementara itu, Danramil Palopo, Kapten INF Alex yang juga dikonfirmasi mengatakan, Andi Pratama mengalami luka bakar di bagian wajah, punggung, telapak tangan dan kaki. Sementara Ardil mengalami luka bakar di bagian
belakang, lengan, telapak kaki, samping wajah.

Ardil dan Andi Pratama merupakan sepupu satu kali dan cucu dari nenek Cambo.

Kapolsek Wara, Kompol Marthen yang juga dimintai keterangannya membenarkan adanya korban luka bakar terhadap balita. “Korban sudah dirawat di rumah sakit,” kata Marthen.

Selain dua balita tersebut, korban luka bakar lainnya bernama Sarwan, anak dari Nenek Cambo.

Menurut Wiwi, seorang PNS yang menjadi saksi mata kejadian tersebut, saat itu dirinya sedang memasak di dapur. Ia sempat melihat cucu-cucu Nenek Cambo bermain dan melintas disamping rumahnya.

Hanya berselang lima menit, Ia mendengar suara ledakan dan melihat api berkobar dari rumah Nenek Cambo. Wiwi bergegas menurunkan sekring listrik rumahnya dan berteriak minta tolong kepada warga sekitar.

Api begitu cepat berkobar dan menjalar ke rumah Suwandi yang berada di samping. Hanya hitungan menit, rumah kayu tersebut dilalap si jago merah.

Ironisnya, saat terjadi kebakaran Nenek Cambo tidak berada di rumah. Ia di tempat kerjanya untuk menjemur rumput laut, sedangkan rumah Suwandi dalam keadaan kosong.

Akibat kebakaran ini, kerugian korban ditaksir puluhan juta.

Pihak Kepolisian Polres palopo telah melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab utama kebakaran.(Niki)

Komentar