oleh

Film G30S/PKI Baiknya Diputar Saat Penerimaan Anggota TNI

RADARLUWURAYA.com – Pemutaran film Pengkhianatan Penumpasan G30S/PKI sebaiknya tidak sekadar acara rutin yang dilaksanakan setiap malam menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha menyarankan agar film tersebut turut rutin diputar saat rekrutmen anggota TNI AD baru.

“Jangan hanya seremonial. Itu tidak perlu. Kalau hanya untuk kepentingan TNI, cukup diputar ketika masuk di akademi militer, Tantama, Secapa, sampai calon anggota TNI. Kan bisa diputar disitu. Jadi, bagusnya ditonton di kalangan TNI, di sekolah-sekolah sebagai pelajaran sejarah. Itu lebih efektif daripada nonton bareng,” kata Tamliha kepada wartawan, Sabtu (29/9).

Kata Tamliha, yang jauh lebih penting saat ini adalah bagaimana generasi-generasi milenial mengerti bahwa PKI merupakan organisasi terlarang dan kehadirannya dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Namun, caranya bukan dengan nonton bareng film G30S/PKI. Dia tidak yakin, generasi muda sekarang tertarik nonton bareng film itu.

“Generasi milenial mungkin tidak tertarik lagi nonton bareng. Zaman sudah canggih, bisa dibuka juga di YouTube, sehingga setiap saat bisa nonton film itu,” katanya.

Menurut Tamliha, perlu ada sentuhan modernisasi untuk menyampaikan ke generasi muda untuk mengetahui cerita kelam penghianatan PKI.

“Penyampaian cerita kelam bisa melalui YouTube atau di medsos lain supaya orang lain bisa akses sehingga tahu cerita PKI itu. Kan enggak dilarangkan. Apalagi filmnya belum pernah berubah sejak zaman Orde Baru. Enaknya gunakan sarana media canggih lah misalnya YouTube,” ujarnya.

Mengenai polemik isi film tersebut yang dianggap masih kontroversi, Tamliha menganggap sebagai hal wajar. Kata dia, jika ada yang tidak setuju dengan film yang dibuat sutradara beken Jajan C Noer ini, sebaiknya membuat versi lain.

“Kalau dianggap kontroversi, ya silakan buat versi sendiri. Semakin banyak semakin bagus,” jawab dia enteng.

Anggota Komisi I DPR Evita Nursanti ikut bicara. Dia meminta nonton bareng film G30S/PKI tidak perlu diperdebatkan. Sebab, tahun lalu, Presiden Jokowi saja nonton bareng film tersebut bersama Gatot Nurmantyo yang waktu itu masih menjabat Panglima TNI.

“Menurut saya, soal menonton atau tidak, itu bukan hal yang perlu diperdebatkan. Yang mau nonton dipersilakan, yang tidak nonton juga tidak bisa dipaksa-paksa. Pak Jokowi saja tahun lalu ikut nobar. Jadi, tidak ada masalah,” katanya.(RMOL)

Komentar