oleh

Gaet Pemilih Pemula, Milenial Husler-Budiman Ajak Pemuda Diskusi

LUTIM, RADARLUWURAYA – Mendekati akhir masa kampanye Pilkada Lutim, Tim Husler-Budiman menyasar pemilih pemula di Kecamatan Nuha dan Towuti.

Tim milenial Husler-Budiman, Bangkit Revormansyah mengatakan diskusi adalah salah satu cara untuk menggaet suara dari kaum milenial. Melalui diskusi pula, mereka meyakinkan mereka untuk mantap memilih Husler-Budiman.

“Kegiatan ini untuk memenuhi undangan dari kelompok pemuda dan relawan milenial Husler-Budiman yang ingin berdiskusi berbagai permasalahan yang ada. Melalui cara ini kami ingin memberikan pemahaman secara detail program Husler-Budiman untuk para prmuda,” ucap putra sulung HM Thorig Husler itu.

Setelah beberapa hari diskusi dengan sejumlah kelompok pemuda, mereka yakin cara tersebut dapat meyakinkan mereka memilih Husler-Budiman.

“Kami memenuhi undangan diskusi dengan komunitas pemuda di Burau dan Mangkutana Raya (Tomoni, Tomoni Timur, Mangkutana, Kalaena). Rupanya komunitas pemuda di Kecamatan Nuha dan Towuti juga ingin membuka ruang diskusi serupa,” jelas Bangkit.

Selama dua hari Tim Milenial Husler-Budiman berdiskusi dengan pemuda Nuha Towuti di empat titik. Dimulai di seberang Danau Matano tepatnya di Desa Masiku, berlanjut ke Timampu di cafe Sehati, kemudian di Wawondula memenuhi undangan komunitas pemuda Gelombang Towuti, dan diakhiri dengan kunjungan ke posko D’Gams, salah satu posko milenial di Kecamatan Nuha.

Jubir milenial Husler-Budiman, Wulan Safitri optimis bahwa partisipasi pemuda pada pilkada kali ini mengalami peningkatan.

“Antusias teman-teman dalam diskusi menunjukkan bahwa pemuda Luwu Timur tidak alergi pada politik. Sebenarnya mereka hanya butuh ruang untuk menunjukkan bahwa mereka juga peduli pada pembangunan kampung kita ini, dan kami di Husler-Budiman membuka ruang itu seluas-luasnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Astini, LO Husler-Budiman mengatakan sepanjang sejarah pemuda menjadi pelopor gerakan perubahan. “Maka di era ini, pemuda mengambil peran menjadi pelaku pembangunan, bukan sekedar penikmat,” pungkasnya. (*)

Komentar