oleh

Gerakan 2019 Ganti Presiden, Aktivis 98 Bilang Pembodohan Publik

RADARLUWURAYA.com – Tagar ‘2019 Ganti Presiden’ dinilai miskin narasi. Pasalnya tidak ada konten yang dibangun, yang melibatkan proses bekerjanya pendidikan politik buat rakyat.

Selain itu, tagar ini menimbulkan multi tafsir atas tagline ganti presiden. Apakah kemudian ganti presiden ini menunjuk pada personality presiden, atau sistem kepresidenan.

Pernyataan tersebut disampaikan Aktivis 98, Taufan Hunneman ketika menanggapi pro dan kontra gerakan ini.
“Karena multi tafsir inilah, maka ada yang menafsirkan sebagai makar,” ujar Taufan seperti dikutip dari JawaPos.com, kemarin.

Taufan menilai wajar ada reaksi keras dari arus bawah, yang tidak menginginkan kehadiran pegiat aksi ganti presiden. Sebab ada rakyat sedang menikmati stabilitas negara, sehingga persepsi ganti presiden upaya mengusik ketenangan rakyat

“Ganti presiden di samping miskin narasi, multi tafsir. Dia juga menjadi gerakkan sumir alias kampanye tersembunyi,” jelas Sekjen Fornas Bhineka Tunggal Ika itu.

Upaya pihak kepolisian yang melarang atau membubarkan harus dilihat dalam berbagai konteks. Sehingga tidak terjadi bentrokkan antar dua kelompok.

Taufan menyayangkan kubu yang tidak mampu mengelola isu atau ide menyangkut gagasan atau kinerja pemerintah, karena tidak mampu maka menciptakan jargon.

Bahasa jargon ini merupakan agitasi politik yang efektif jika diperhadapkan pada situasi politik yang otoriter.

“Namun karena situasi politik saat ini sudah demokrasi maka bahasa jargon ini merupakan pembodohan atas kehendak publik,” tegas pria yang berprofesi sebagai advokat itu.

“Kelompok intelektual harus bersatu dan mendorong penguatan kualitas demokrasi agar ikut aktif mematahkan argumentasi yang melawan konstitusi,” pungkasnya.(jpnn/tiara)

Komentar