oleh

Golkar Tak Setor LADK, Ini Kata Armin…

RADARLUWURAYA.com – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan mengumumkan, Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) Calon Legislatif (Caleg) Partai Golkar dan Hanura Kota Palopo belum disetor hingga batas waktu yang dtentukan, Minggu (23/9/2018), pukul 18.00 Wita.

Komisioner KPU Sulsel Syarifuddin Jurdi Menyebutkan, pengurus kedua parpol tersebut tak datang ke KPU menyetor LADK. Meski demikian pihaknya belum bisa memastikan langkah apa yang akan ditempuh selanjutnya.

“Kami masih menunggu pleno KPU Kota Palopo. Tetapi, tentu kami akan membuat laporan sesuai aturan yang ada,” katanya.

Sekaitan hal itu, Ketua DPD Golkar Kota Palopo, Armin Mustamin Toputiri yang dikonfirmasi Radarluwuraya.com menyebutkan, terkait LADK Partai Golkar Palopo hanya miskomunikasi.

“Hanya terjadi miskomunikasi. Karena di KPU pasca semua Komisioner KPU Palopo dibehentikan, yang ada hanya staf yang tidak bisa mengambil kebijakan,” kata Armin via pesan Whatsapp.

Lanjut dikatakan Armin, pihaknya akan meminta arahan kepada KPU terkait langkah apa yang harus ditempuh partai Golkar Palopo. Karena kata Armin, LO partai Golkar sudah berada di Kantor KPU Kota Palopo sejak pukul 16.00 Wita sesuai petunjuk KPU.

“Justeru kami mau meminta kepada KPU, langkah apa yang kami harus tempuh. Karena sesungguhnya LO kami sudah standby di KPU sejak jam 4 sore sebagaimana petunjuk KPU agar segera membawa laptop yg berisi berkas LADK ke KPU pasca aplikasi KPU terjadi eror,”jelas Armin.

Anggota DPRD Sulsel ini menambahkan, sambil menunggu perbaikan aplikasi itu, waktu terus berjalan hingga pukul 18.00 Wita dan KPU langsuny menyatakan berkas LADK caleg Golkar tidak bisa diterima.

“Andai staf KPU bilang, ambil segera berkas asli, maka apa susahnya kami pergi ambil di kantor Golkar. Karena dekat, jadi murni hanya miskomunikasi,” tegasnya.

Jika benar LADK Golkar dan Hanura tidak disetor. Maka seluruh caleg partai Golkar dan Hanura di Palopo terancam didiskualifikasi dari keikutsertaannya di Pemilu 2019 mendatang. (john)

Komentar