oleh

GP Ansor Sebut Kadernya Langgar SOP

RADARLUWURAYA – Aksi pembakaran kain betuliskan kalimat tauhid yang diduga bendera HTI, yang dilakukan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Garut, Jawa Barat melanggar standar operasional dan prosedur (SOP) dan instruksi dari Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut).

Begitu tegas Sekretaris Jenderal GP Ansor, Abdul Rochman dalam jumpa pers di Kantor PP GP Ansor, Jakarta, Rabu (24/10). Dalam SOP itu, Banser dilarang melakukan secara sepihak pembakaran bendera HTI secara sepihak dengan alasan apapun.

BACA JUGA: Demo di Kajati, Germaks Desak Copot Kajari Palopo

”Setiap tindakan penertiban atribut-atribut HTI harus dilakukan berkoordinasi dengan aparat keamanan,” jelasnya.

Senada dengan itu, Gus Yaqut menjelaskan bahwa SOP tersebut telah berkali-kali disampaikan kepada para kadernya. Bahkan sebelum HTI dibubarkan oleh pemerintah. Menurutnya, SOP meminta kepada kader Banser untuk melaporkan ke pihak kepolisian jika menemukan ada pengibaran bendera HTI.

”Didokumentasikan dulu, lalu laporkan ke polisi, dan kawal proses hukumnya,” urai Gus Yaqut.

Pernyataan Gus Yaqut tersebut, berbeda degan pernyataan sebelumnya. ”Apa yang dilakukan teman-teman itu adalah upaya menjaga kalimat Tauhid,” demikian kata Gus Yaqut Senin (22/10/18) lalu. (*/rmol)

Komentar