oleh

Gunakan Atribut TNI, Warga Sipil ini Terjaring Ops Gaktib Yustisi Polisi Militer

RADARLUWURAYA.com – Jika bukan anggota TNI, disarankan jangan pede menggunakan atribut militer ini. Sebab, jika ketahuan polisi militer (PM) urusannya bisa panjang.

Sejumlah warga sipil terjaring dalam Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer (PM) dengan sandi ‘Waspada Wira Badik Tahun 2018’, Kamis (23/8/2018) di Jalan Dr Ratulangi, persisnya di depan Taman Makam Pahlawan (TMP).

Atribut militer mereka terpaksa disita, karena tidak bisa menunjukkan kartu anggota TNI.

Warga Sipil yang terjaring operasi ini, itu karena menggunakan tas ransel Loreng padahal bukan TNI, jaket loreng juga disita, termasuk kaos loreng.

Ada juga yang terjaring lantaran memasang stiker TNI AD di plat kendaraannya. Stiker itu langsung dicabut oleh personil Sundenpom XIV/2-1 Palopo.

Selain warga sipil, dalam operasi ini, juga menjaring dua personil TNI. Dua Anggota TNI yang terjaring, itu karena SIM C yang dimilikinya sudah mati, dan satunya lagi tidak membawa SIM saat mengendarai motor.

“Kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT TNI-AD ke-73,” kata
Kapten Cpm Adi Santoso, SH, selaku Dansubdenpom XIV/2-1 Palopo.

Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer (PM) ini, juga melibatkan Satlantas Polres Palopo dan Dishub Palopo.

Pengendara umum yang terjaring operasi ini, kebanyakan karena tidak memakai helm dan tidak melengkapi diri dengan SIM. Mereka kemudian berurusan dengan Satlantas Polres Palopo. (tiara/yudi)

Komentar