oleh

Guru di TK Al-Bab Ramai-ramai Undurkan diri, 21 Murid Gigit Jari

RADARLUWURAYA.com – Guru di TK Al-Bab ramai-ramai mengundurkan diri. Kurang perhatiannya pemerintah Desa Matompi, kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur diduga sebagai penyebab.

Pemerintahan Desa Matompi disebut-sebut memiliki tanggungjawab atas TK Al-Bab. Alhasil, 21 murid di TK itu hanya bisa gigit jari. Pasalnya, bukan hanya gurunya yang berhenti, TK tersebut juga ditutup. Informasi yang diterima, guru yang berhenti sebanyak tiga orang.

Surat pengunduran diri sudah diserahkan ke pemerintah Desa empat hari yang lalu. Sejak itu pula, TK Ulul Al-Bab ditutup.

Bukannya melakukan mediasi dengan para guru, pemerintah Desa Matompi langsung mengumpulkan fasilitas belajar-mengajar sekolah, padahal pihak guru belum melakukan pendataan kedua sebagai pertanggung jawaban atas belanja barang tersebut yang bersumber dari APBD yakni dana BOP, bukan bersumber dari dana Desa.

Fasilitas yang dikumpulkan lalu dibawa ke kantor desa, dengan alasan semua yang ada di sekolah tersebut adalah aset desa.

Menurut keterangan para guru, sejak lima tahun mengabdi, baru satu tahun terakhir ini mereka baru menerima upah.

Itupun hanya sebesar Rp350 ribu per bulan per orang, kurang empat tahun pertama mereka tidak mengenal upah, hingga saat ini mereka berharap sekolah tersebut mendapat perhatian pemerintah.

Apalagi, setelah dibobol pencuri, semua pintu rusak, namun sama sekali tidak ada perhatian pemerintah Desa, sehingga para guru berinisiatif untuk mundur.

“Kami mengajar sudah masuk 5 tahun, 3 tahun lebih kami tidak diupah itu tidak masalah, 1 tahun terakhir baru kami diupah sebanyak 350 ribu per bulan,” kata salah seorang guru.

Sementara Kepala Desa Matompi, A Mukmin, memilih bungkam. Dia tidak mau TK tersebut dipublikasikan.

“Tidak usah mi ada wawancara, tidak perlu dipublikasikan ini, dan tidak perna ada penyampaian ke saya kalau ada yang dibutuhkan di sekolah” ucapnya dengan nada jengkel.(Asril/tiara)

Komentar