oleh

Guru Tak Mengajar Selama Dua Bulan, Sekolah Ini Terlantar

RADARLUWURAYA – Beginilah kondisi SMA Negeri 15 Luwu Utara yang terltak di Kecamatan Rampi. Sudah dua bulan, proses belajar mengajar tidak belangsung di sekolah ini, pasalnya tidak satu pun guru yang masuk mengajar sehingga kondisi siswa dan sekolah terlantar. Kondisi ini disebut sudah berlangsung dalam kurun waktu enam bulan.

Salah seorang orang tua siswa, Pasisa Tapue mengatakan hamper setiap hari anaknya pergi ke sekolah namun harus menerima kenyataan pahit tak satu pun guru yang didapati di sekolah.

“Anak saya berangkat pagi ke sekolah namun selang dua jam ia kembali lagi, saat saya tanya katanya tidak ada guru datang pak,” kata Pasisa, Jumat (19/10/18).

BACA JUGA: Bayi Penderita Hidrosefalus asal Luwu Utara Dirujuk ke Makassar

Sementara itu, salah seorang tokoh pemuda di Kacamatan Rampi, Frans Aris Paelo merincikan, jumlah tenaga PNS di SMA Negeri 15 Luwu Utara sebenarnya sebanyak 6 orang yang terdiri dari 4 orang guru kelas, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah.

“Sudah dua bulan ini kami mendapatkan laporan dari orang tua siswa yang menyebut tidak satupun guru yang masuk mengajar, kami prihatin dengan kondisi ini, sebab para guru ini hanya makan gaji buta. Kami mendesak Pemerintah Provinsi agar tidak menutup mata dan melakukan evaluasi terjadap kinerja guru di sekolah ini,” ujar Frans.

Dia pun menyebut demi kepentingan siswa, Pemerintah Provonsi Sulawesi Selatan harus segera mengambil langkah tegas terhadap guru yang ditempatkan di Kecamatan Rampi, sehingga proses belajar mengajar kembali berjalan seperti biasanya.

BACA JUGA: Lutra Terima Tiga Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda

Dia menyebut, sebenarnya terdapat 4 orang warga lokal yang berstatus sebagai guru honorer di sekolah ini yang masih bertahan. Namun, berangsur-angsur keempatnya juga ‘ikut-ikutan’ untuk tidak mengajar karena tidak adanya guru PNS yang hadir dalam proses belajar mengajar.

Soni, salah seorang guru honorer di SMA Negeri 15 Luwu Utara mengatakan dirinya mulai malas ke sekolah akibat dari guru PNS yang tidak masuk. “Kami hanya tenaga honorer sementara yang punya kewajiban sepenuhnya dalam memberikan pelajaran adalah guru PNS,” ujar Soni.

BACA JUGA: PLTMH di Rampi Rusak, Pelayanan di Kantor Camat Terganggu

Untuk diketahui, Kecamatan Rampi merupakan salah satu daerah terpencil di Kabupaten Luwu Utara. Secara geografis, Rampi keberadaannya diapit oleh dua pegunungan besar di Sulawesi Selatan, yakni Pegunungan Tinggi Quarles dan Verbeck.

Ibukota Kecamatan Rampi adalah Onondowa yang berjarak sekitar 86 kilometer dari Kota Masamba. Namun, untuk mencapai Rampi, akses transportasi yang bias ditempuh hanyalah dengan menggunakan pesawat perintis, atau menggunakan jalur darat yang kondisi jalanannya cukup ekstrem. (Aksan)

UPDATE: Klarifikasi Kepala Sekolah bisa dilihat DISINI

Komentar