oleh

Harga Bahan Pokok Naik di Palopo, Ini Kata Mahasiswa Pasca Serjana UMI

RADARLUWURAYA.com – Menjelang akhir Tahun 2018, tidak hanya komoditi telur ayam ras yang harganya meroket, namun kebutuhan pokok lainnya seperti beras juga ikut naik di Pasar Andi Tadda, Kota Palopo, Jumat (7/12).

Salah satu Pedagang di pasar Andi Tadda, Eva Sumarni (38) mengatakan Harga beras mulai naik sejak menjelang maulid Nabi Muhammad SAW beberapa waktu yang lalu.

“Bahkan Harga Beras capai Rp. 11.000 ribu per kilogram yang kwalitas bagus yang dulunya hanya di jual Rp. 10.500 ribu per kilogramnya,” ungkap Eva.

Eva merincihkan Modal harga beras sampai tiga kali naik menjelang maulid nabi atau sekitar 10 hari yang lalu, mulai Rp 9.600 jadi Rp. 9.800 ribu naik lagi Rp. 10.100.

“Harga beras yang kualitas bagus itu yang di jual Rp. 11.000 ribu di luar ongkos kerjanya seperti “mattapi” (membersikan) Rp. 200 rupiah, lain lagi kalo ditapi itu beras berkurang pasti timbangannya,” ujarnya.

Untuk beras, kelas sederhana juga ikut naik dua kali mulai dari Rp 8.000 naik Rp 8.200 yang di jual seharga Rp. 9.500 ribu.

Senada dengan itu, pedagang tetangga Eva, Amiruddin (43) mengeluh kenaikan telur dan beras.

“Dari sananya memang naik, harganya itu yang di berikan dari agen beras dari sidrap,” tuturnya.

Menaggapi hal itu, Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Jurusan Ekonomi perencanaan, Afrianto Nurdin mengatakan Salah satu penyebabnya selain dari permintaan pembeli yang cukup signifikan Karena menjelang hari-hari besar.

“Juga dipengaruhi dari produksi yang kurang, kebutuhan akan barang meningkat tapi produksi berkurang tentu akan berpengaruh pada nilai jualnya,” terangnya. (john)

Komentar